ACEH BESAR — Ancaman gagal panen mulai membayangi para petani di kawasan persawahan Indrapuri, Aceh Besar. Di saat tanaman padi memasuki fase pertumbuhan yang membutuhkan pasokan air secara rutin, sejumlah lahan justru mulai mengering karena saluran irigasi tidak berfungsi.
Suhaimi, seorang petani di kawasan tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengatakan bahwa tanaman padi sangat bergantung pada ketersediaan air untuk tumbuh optimal. Jika kondisi ini terus berlanjut, produktivitas tanaman dipastikan menurun dan berdampak langsung pada hasil panen.
"Sekarang padi sedang dalam masa pertumbuhan, sangat membutuhkan air. Tapi kondisi sawah mulai kering karena air tidak masuk ke saluran," kata Suhaimi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Suhaimi, fase pertumbuhan merupakan periode paling kritis bagi tanaman padi. Kekurangan air pada fase ini tidak hanya menghambat perkembangan batang, tetapi juga mengganggu proses pembentukan malai atau bunga padi yang menentukan jumlah bulir nantinya.
"Kalau kondisi ini terus terjadi, kami khawatir pertumbuhan padi terganggu. Dampaknya bisa sampai ke hasil panen nanti," ujarnya.
Ia menambahkan, petani saat ini hanya bisa memantau kondisi sawah dan membersihkan jalur air yang ada. Langkah itu dilakukan sembari menunggu pasokan dari sumber irigasi utama kembali tersedia.
Suhaimi berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air irigasi ini. Menurutnya, tanpa intervensi cepat, petani terancam kehilangan tanaman yang sudah dirawat selama berminggu-minggu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pertanian atau Perumda Air Minum dan Irigasi Aceh Besar mengenai langkah penanganan kekeringan di Indrapuri.