BIREUEN — Rangkaian safari diawali dengan silaturahmi bersama Pimpinan Ma’had Aly Darul Munawarah Kuta Krueng, Teungku Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng), di Kabupaten Pidie Jaya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai wujud mempererat ukhuwah antara umara dan ulama.
Dalam kesempatan itu, Wagub Aceh dan Abiya Kuta Krueng bertukar pandangan mengenai strategi penguatan pendidikan di dayah. Salah satu poin yang dibahas adalah bagaimana dayah dapat terus menjadi pilar utama dalam menjaga syariat Islam sekaligus membentuk karakter generasi muda Aceh yang tangguh.
Usai dari Pidie Jaya, Fadhlullah melanjutkan perjalanan ke Lembaga Pendidikan Islami (LPI) Dayah Tauthiatuth Thullab di Gampong Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Kehadirannya disambut langsung oleh Pimpinan Dayah, Teungku Sofyan Mahdi (Abon Arongan), beserta para santri.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi bersama keluarga besar dayah dan menghadiri pelepasan alumni Ikatan Alumni Dayah Arongan (IKADA) yang akan menunaikan ibadah umrah. Wagub Aceh menyampaikan apresiasi atas peran Dayah Tauthiatuth Thullab dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkontribusi bagi pembangunan Aceh.
"Dayah merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga syariat Islam, memperkuat pendidikan keagamaan, serta membentuk karakter generasi muda Aceh," kata Fadhlullah dalam sambutannya.
Selain bersilaturahmi, Wagub Aceh juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan sarana dan prasarana yang akan mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan dayah.
Safari ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk terus mempererat hubungan dengan para ulama dan lembaga pendidikan Islam. Pemerintah Aceh menilai dayah memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di Tanah Rencong.