BANDA ACEH — Pergerakan harga emas di sejumlah daerah di Aceh menunjukkan tren beragam pada akhir pekan ini. Berdasarkan pantauan di Toko Emas Bina Nusa, Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Pasar Aceh, harga logam mulia hari ini turun Rp50.000 per butir dibandingkan perdagangan Kamis (23/7/2026).
Harga dasar emas di ibu kota provinsi itu kini berada di level Rp7.510.000 per mayam. Sehari sebelumnya, harga masih bertahan di Rp7.560.000 per mayam. Nilai tersebut belum termasuk biaya pembuatan perhiasan yang berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000 per mayam.
Sebagai informasi, satu mayam setara dengan 3,33 gram. Dengan harga saat ini, nilai emas per gram di Banda Aceh diperkirakan mencapai sekitar Rp2.255.000.
Penurunan Lebih Dalam di Aceh Tamiang
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Harga emas di daerah itu juga mengalami koreksi pada perdagangan akhir pekan. Meski bahan tidak merinci angka pastinya, penurunan disebut lebih signifikan dibandingkan Banda Aceh.
Pelaku usaha emas menilai pergerakan harga logam mulia di pasar lokal masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Beberapa di antaranya adalah perubahan harga emas dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, serta perkembangan ekonomi dan geopolitik internasional.
Dua Kota Stabil, Aktivitas Jual Beli Normal
Berbeda dengan Banda Aceh dan Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe dan Kota Langsa masih mempertahankan harga jual emas tanpa perubahan. Hingga Jumat (24/7/2026), belum ada penyesuaian harga di kedua kota tersebut.
Meski harga berfluktuasi, aktivitas jual beli emas di berbagai daerah di Aceh tetap berjalan normal. Sebagian masyarakat memanfaatkan penurunan harga untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang. Sebagian lainnya memilih menunggu hingga harga kembali menguat.