Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan bahwa Hashim Djojohadikusumo berkomitmen mendorong pengusaha nasional dan investor asing untuk berpartisipasi di KEK Arun Lhokseumawe. “Beliau menegaskan komitmennya mendorong pengusaha nasional maupun investor asing agar berpartisipasi dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (30 Juli 2026).
Pembahasan investasi ini tidak lepas dari rencana pengembangan Blok Andaman. Dalam pertemuan tersebut, Mualem menyampaikan sikap hormat terhadap keputusan Pemerintah Pusat, namun menekankan pentingnya industri hilir. “Kepada Pak Hashim, Gubernur Mualem menyampaikan menghormati keputusan Pemerintah Pusat,” ujar Nurlis.
Mualem menilai hilirisasi gas dari Blok Andaman, termasuk yang dikelola Mubadala Energy, merupakan langkah strategis. “Karena itu, Gubernur Mualem menekankan pentingnya pengembangan industri hilir atas sumber daya gas yang dihasilkan dari Blok Andaman, termasuk yang dikelola oleh Mubadala Energy,” kata Nurlis.
Menurut Gubernur, hilirisasi mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya industri berbasis gas, serta meningkatkan daya saing perekonomian Aceh secara berkelanjutan. “Prinsipnya sama-sama senang. Perusahaan dapat laba, Pemerintah Pusat ada pemasukan, Pemerintah Aceh dapat untung, dan terjadi multiplier effect ekonomi yang mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh,” jelas Nurlis menirukan pernyataan Mualem.
Hashim dan Mualem sepakat pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi pusat-daerah. Untuk itu, Gubernur Mualem berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Memberikan kepastian bagi para investor. Memberi kemudahan dalam proses investasi, termasuk penyederhanaan dan percepatan pelayanan perizinan,” kata Nurlis.
Komitmen itu sudah dibuktikan dengan mengarahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, untuk memberi pelayanan terbaik bagi calon investor. Pada Juli ini, hampir setiap pekan pengusaha datang ke Aceh untuk berinvestasi, semuanya berkaitan dengan gas Blok Andaman. “Pemerintah Aceh melayaninya dengan baik. Kita menjalankan semua kebijakan yang telah diamanahkan Bapak Gubernur,” kata Sekda Nasir.