Pencarian

21 Tahun Perdamaian Aceh, 2.500 Warga Aceh Utara Gelar Zikir Akbar di Lhoksukon

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 14:53:01 WIB
21 Tahun Perdamaian Aceh, 2.500 Warga Aceh Utara Gelar Zikir Akbar di Lhoksukon
warga Aceh Utara mengikuti zikir akbar di Lapangan Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, dalam peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2025).

LHOKSUKON — Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat menghadiri peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Lapangan Bupati Aceh Utara, Sabtu pagi. Mereka duduk bersimpuh mengikuti lantunan zikir yang dipimpin Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Tgk. Jamaluddin Ismail atau akrab disapa Walidi.

Pantauan di lokasi, para peserta berasal dari kalangan ulama, tokoh adat, pelajar, santri, hingga organisasi kemasyarakatan. Personel TNI dan Polri turut hadir membaur dengan warga dalam kegiatan yang mengusung tema "Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan dan Bermartabat dalam Kerangka NKRI".

Zikir dan Tausiah Warnai Peringatan di Aceh Utara

Setelah zikir bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Tgk. Nasruddin Bayu atau Abi Nas. Suasana khidmat menyelimuti lapangan hingga kegiatan usai sekitar pukul 09.30 WIB.

Kehadiran Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menandai sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah. Polres Aceh Utara menerjunkan personel untuk mengamankan jalannya acara.

Bupati Ismail A. Jalil: Perdamaian Lahir dari Proses Panjang

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengingat kembali perjalanan Aceh pasca-konflik. Menurutnya, pengorbanan yang telah diberikan masyarakat tidak boleh dilupakan begitu saja.

"Dari Bumi Samudera Pasai, Aceh Utara, mari kita eratkan persaudaraan, kita satukan langkah, dan kita songsong hari esok dengan penuh harapan," pesan Bupati di hadapan ribuan peserta.

Ismail menegaskan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU Helsinki antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005 menjadi titik balik yang mengakhiri konflik bersenjata. Ia mengingatkan generasi penerus agar memahami bahwa perdamaian yang dinikmati saat ini merupakan buah dari proses panjang yang penuh dinamika.

Perdamaian Harus Diikuti Keadilan dan Kesejahteraan

Lebih lanjut, orang nomor satu di Aceh Utara itu menekankan bahwa peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial. Perdamaian yang telah diraih harus diisi dengan penguatan persaudaraan, penegakan keadilan, dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga.

Setelah kegiatan di lapangan usai, rangkaian acara dilanjutkan dengan jamuan makan bersama di Kantor Bupati Aceh Utara. Suasana kebersamaan terlihat hangat antara warga, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda yang hadir.

Hingga acara resmi ditutup, aparat kepolisian memastikan situasi di Lhoksukon dan sekitarnya tetap aman, tertib, dan kondusif.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: habanusantara.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks