ACEH — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar mengerahkan 30 armada dengan 80 personel untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam, dan api baru berhasil dilokalisir pada pukul 04.39 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian material ditaksir cukup besar lantaran puluhan rumah ludes beserta isinya.
Kendala Pemadaman: Akses Jalan Sempit dan Angin Kencang
Kepala Dinas Damkar Makassar, Fadli Wellang, menjelaskan bahwa proses pemadaman terkendala oleh kondisi geografis lokasi yang berada di pinggir laut dengan akses jalan sempit. Kepadatan bangunan yang saling berdekatan serta hembusan angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah lainnya.
"Kendalanya kita hadapi, karena akses jalan ke lokasi ditambah dengan padatnya warga. Kemudian angin juga bertiup kencang, sehingga hal itu menjadi kendala kita," ujar Fadli kepada awak media, Jumat (31/7).
Material rumah yang didominasi kayu juga menjadi faktor utama api cepat berkobar. Kondisi ini diperparah dengan adanya kios dan warung di sekitar permukiman yang ikut terbakar.
Warga Panik, Selamatkan Barang Seadanya
Ketua RW setempat, Farida, membenarkan bahwa kebakaran menghanguskan rumah-rumah di kawasan pesisir tersebut. Ia menyebut mayoritas korban adalah warga yang rumahnya berada di atas permukaan laut.
"Yang terbakar ini rumah-rumah yang ada di pinggir laut, harapannya, semoga ada secepatnya bantuan logistik," kata Farida, Jumat (31/7).
Kobaran api yang membesar memicu kepanikan. Warga bahu-membahu menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa dijangkau dan berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas tiba di lokasi. Suasana malam itu mencekam, teriakan warga bercampur dengan gemuruh api yang melahap bangunan.
Data Dampak Kebakaran dan Penanganan Lanjutan
Kapolsek Tallo, Kompol Asfada, merinci bahwa kebakaran melanda dua RT yang berdampingan. Di RT 04 tercatat 21 rumah hangus dengan 26 KK atau 105 jiwa terdampak, sementara di RT 05 sebanyak 35 rumah terbakar dengan 52 KK atau 202 jiwa terdampak.
"Total ada 56 rumah terdampak. Warga yang terdampak di RT 04 ada sekitar 26 KK atau 105 jiwa dan RT 05 ada 52 KK atau 202 jiwa. Jadi total terdampak ada 79 KK atau 307 jiwa," sebut Asfada.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian dari INAFIS Polrestabes Makassar masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap asal mula api. Para pengungsi saat ini tersebar di rumah kerabat dan tempat-tempat aman lainnya, menunggu bantuan logistik dari pemerintah kota maupun donatur.