ACEH — PT Jetour Sales Indonesia memanfaatkan panggung GIIAS 2026 untuk memperkenalkan kendaraan elektrifikasi pertamanya di pasar nasional. Bukan sekadar SUV konvensional, T2 i-DM menggendong sistem Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin bensin 1.5 TGDI ACTECO turbo dengan dua motor listrik dan transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).
Kolaborasi tiga sumber tenaga itu menghasilkan output gabungan 224 PS dan torsi puncak 390 Nm. Sistem bekerja otomatis menyesuaikan kondisi jalan; saat melintasi tanjakan atau membawa muatan berat, mesin dan motor listrik bekerja bersama, sementara di jalan datar kendaraan lebih banyak bergerak menggunakan tenaga listrik demi menekan konsumsi bahan bakar.
Jantung listriknya memakai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh buatan CATL. Paket baterai ini mendukung pengisian cepat CCS2 dengan klaim waktu pengisian 30–80 persen hanya sekitar 27 menit. Dipadukan tangki bensin 70 liter, total jarak tempuh diklaim tembus lebih dari 1.200 kilometer.
Soal keamanan komponen kelistrikan, baterai mengantongi sertifikasi IP68 yang tahan genangan air sedalam satu meter selama 48 jam. Rumah baterai dirancang sanggup menahan tekanan mekanis hingga 10 ton. Fitur High Voltage Cut-Off juga disematkan untuk memutus aliran listrik dalam 2 milidetik saat sistem mendeteksi benturan keras.
Sebagai SUV berkarakter petualangan, T2 i-DM tidak melupakan aspek kenyamanan. Head unit 15,6 inci digerakkan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155, berdampingan dengan panel instrumen digital 10,25 inci. Sistem audio memakai 12 speaker Sony untuk menemani perjalanan jauh.
Fitur Vehicle to Load (V2L) 3,3 kW menjadi nilai tambah bagi pengguna yang kerap berkemah, memungkinkan baterai mobil dipakai sebagai sumber listrik perangkat elektronik. Rak atap sanggup menahan beban statis hingga 300 kilogram, ditambah radar pendeteksi kedalaman air sampai 700 mm dan kompartemen roda cadangan.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama. T2 i-DM dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 yang mengandalkan radar Bosch generasi kelima dengan jangkauan deteksi hingga 210 meter. Kamera Bosch generasi ketiga beresolusi QHD+ mampu mengenali kendaraan dan pejalan kaki di depan mobil. Enam airbag terpasang sebagai perlengkapan standar.
Struktur bodi memakai konstruksi Hardtop Cage Body Monocoque dengan kandungan baja berkekuatan tinggi mencapai 80 persen. Material hot-formed steel 1.500 MPa menghasilkan kekakuan torsi hingga 32.000 Nm/derajat, menjaga integritas kabin saat terjadi benturan.
"Bagi Jetour, teknologi plug-in hybrid bukan sekadar menggabungkan dua sumber tenaga, melainkan bagaimana seluruh sistem mampu bekerja secara harmonis untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang relevan dengan kebutuhan konsumen," ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah dalam keterangan resminya.
Dengan harga Rp 688 juta, T2 i-DM bersaing di segmen SUV medium berteknologi elektrifikasi. Jetour menargetkan konsumen yang menginginkan kendaraan tangguh untuk berbagai medan namun tetap efisien untuk penggunaan harian di perkotaan.