185 Gempa Guncang Aceh Sepanjang Juli 2026, BMKG Catat 11 Kali Dirasakan Warga hingga Magnitudo di Atas 5

Penulis: Fajar  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:45:31 WIB
Petugas BMKG menunjukkan data 185 aktivitas gempa bumi yang mengguncang Aceh sepanjang Juli 2026.

BANDA ACEH — Sepanjang Juli 2026, Provinsi Aceh dan wilayah sekitarnya diguncang 185 kali gempa bumi. Data ini dirilis langsung oleh BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar dalam laporan resminya, Senin (3/8/2026).

Dari total kejadian itu, mayoritas merupakan gempa mikro dengan kekuatan di bawah magnitudo 3. Rinciannya, 145 kejadian tercatat memiliki magnitudo kurang dari 3, sementara 39 kejadian lainnya berada di rentang magnitudo 3 hingga 5.

Satu Gempa Magnitudo di Atas 5 dan Dominasi Gempa Dangkal

BMKG mencatat hanya satu kejadian gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 selama periode tersebut. Kepala Sub Bagian Tata Usaha BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Tommy Ardiansyah, menyebutkan bahwa aktivitas seismik bulan lalu didominasi oleh getaran kecil.

“Sementara itu, gempa dengan magnitudo 3 hingga 5 tercatat sebanyak 39 kejadian, dan gempa dengan magnitudo di atas 5 tercatat sebanyak 1 kejadian,” ujar Tommy Ardiansyah dalam laporannya.

Ditinjau dari kedalaman hiposentrum, hampir seluruh gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal. Sebanyak 175 kejadian memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan 10 kejadian lainnya masuk kategori menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.

Mengapa Wilayah Aceh Sering Mengalami Getaran?

BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan akibat dari pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi. Energi ini umumnya dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik yang memicu patahan pada lapisan batuan kerak bumi.

Energi tersebut kemudian dipancarkan dalam bentuk gelombang seismik ke segala arah. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama jika episentrumnya dekat dengan daratan.

Imbauan Resmi BMKG untuk Masyarakat Aceh

Menghadapi tingginya frekuensi kegempaan ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari kanal BMKG terkait potensi maupun dampak gempa.

Langkah mitigasi sederhana seperti mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul juga dinilai penting, mengingat posisi geografis Aceh yang berada di zona subduksi aktif. Data lengkap mengenai sebaran episentrum dan magnitudo dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

Reporter: Fajar
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top