ACEH JAYA — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui PT Bara Jaya (Perseroda) bersama PT Pada Semesta Utama (PSU) tengah menyiapkan pengiriman perdana batu bara ke India. Rencananya, muatan sebanyak 50 ribu metrik ton akan diberangkatkan dari pelabuhan yang berada di ibu kota kabupaten tersebut pada pertengahan tahun depan.
Manager Operasional PT PSU, Indra Basudewa, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mematangkan skema pengiriman. Ada dua opsi yang dipertimbangkan, yakni memuat sebagian kargo di Sumatera Selatan (Palembang) lalu melanjutkannya di Calang, atau langsung memuat penuh di pelabuhan setempat.
"Untuk ekspor diwacanakan Agustus hingga September 2026 mendatang dengan kapasitas 50 ribu metrik ton," kata Indra Basudewa kepada Antara, Rabu.
Bupati Aceh Jaya Safwandi menyebut aktivitas ekspor ini bukan sekadar pengiriman komoditas, melainkan pintu masuk bagi perputaran ekonomi baru. Ia berharap efek berganda dari kegiatan bongkar muat dan logistik di pelabuhan bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.
"Kegiatan ekspor batu bara tersebut bisa berdampak signifikan pada pembangunan daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta membuka lapangan kerja baru," ujar Safwandi.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah pun ditegaskan di tengah rencana kerja sama antara BUMD dan pihak swasta tersebut. "Kita sangat mendukung ekspor batubara melalui pelabuhan Calang," tambahnya.
Di balik dukungannya, Safwandi menyisipkan pesan keras terkait pengawasan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat betul-betul menjaga tata kelola agar aktivitas pertambangan dan pengiriman tidak meninggalkan persoalan bagi masyarakat.
"Kami berharap semua pihak dapat menjaga terkait dampak negatif dari kegiatan ekspor batu bara tersebut, terutama permasalahan lingkungan, jangan sampai menimbulkan hal negatif kepada masyarakat setempat," ujarnya.
Hingga saat ini, nama kapal yang akan mengangkut batu bara menuju India belum dapat dipastikan. Indra Basudewa menyebut detail teknis tersebut masih dalam tahap finalisasi bersama mitra pelayaran.
"Jadi nanti ada dua opsi muatan, tetapi untuk nama kapal yang akan mengangkut sendiri belum bisa kita pastikan," demikian Indra Basudewa.
Rencana ekspor ini menandai langkah baru PT Bara Jaya sebagai badan usaha milik daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam. Pelabuhan Calang sendiri selama ini lebih dikenal sebagai jalur logistik dan transportasi masyarakat pesisir barat Aceh, bukan sebagai titik muat komoditas ekspor skala besar.