FDP Aceh Singkil Bina Dua Keluarga Mualaf di Desa Lae Balno, Materi Thaharah Jadi Fokus Awal

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:13:01 WIB
Ustaz Muchlis Pohan memberikan materi thaharah kepada dua keluarga mualaf di Desa Lae Balno, Aceh Singkil, Jumat (7/8/2026).

ACEH SINGKIL — Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Wilayah Aceh Singkil–Subulussalam memulai program pembinaan keagamaan intensif bagi dua keluarga mualaf di Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris. Program yang berjalan sejak Kamis, 6 Agustus 2026, ini menyasar keluarga Resma Br. Berutu dan keluarga Marbun.

Pembinaan dijadwalkan berlangsung rutin selama tiga bulan ke depan. Materi yang diajarkan saat ini masih berfokus pada thaharah atau tata cara bersuci, yang menjadi fondasi sebelum menjalankan ibadah harian.

Dua Sesi Belajar dan Praktik Setiap Pekan

Setiap keluarga memiliki jadwal pertemuan berbeda. Keluarga Resma mendapat materi setiap Senin dan Rabu, sementara keluarga Marbun dibina setiap Selasa dan Kamis.

Dalam satu hari pertemuan, peserta mengikuti dua sesi pembelajaran. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua pukul 14.00–16.00 WIB. Metode ini dipilih agar para mualaf tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan tata cara ibadah.

FDP menugaskan tiga dai secara bergilir, yakni Ustaz Saprianto Ujung, Ustaz Fitradi, dan Ustaz Irvan, untuk mendampingi kedua keluarga tersebut.

Harapan Lahirnya Muslim yang Istiqamah

Koordinator FDP Wilayah Aceh Singkil–Subulussalam, Ustaz Muchlis Pohan, menegaskan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, bukan seremonial belaka. Targetnya, para mualaf memiliki pemahaman agama yang kuat dan mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.

"Kami berharap pembinaan ini menjadi jalan lahirnya pribadi-pribadi muslim yang kokoh akidahnya, benar ibadahnya, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam," kata Muchlis, Jumat, 7 Agustus 2026.

Evaluasi Awal: Kemampuan Wudu Mulai Membaik

Hasil evaluasi sementara menunjukkan perkembangan positif. Para mualaf dinilai telah memahami materi dasar yang diberikan dan mulai mampu mempraktikkan tata cara berwudu sesuai tuntunan syariat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, FDP berharap para mualaf dapat menjalankan kehidupan beragama dengan lebih mantap. Pendampingan ini juga menjadi ruang adaptasi bagi mereka dalam proses menjadi seorang muslim di tengah masyarakat.

Reporter: Sutomo
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top