Festival Peunajoh Aceh di Aceh Timur Usung Ketahanan Pangan, Pisang Sale Disulap Jadi Dessert Box Kekinian

Penulis: Saiful  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:38:31 WIB
Peserta lomba kreasi Festival Peunajoh Aceh di Aceh Timur menyajikan pisang sale yang diolah menjadi dessert box kekinian.

ACEH TIMUR — Inisiator Festival Peunajoh Aceh, Nurhafidhah, menyebut ajang ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan sebuah gerakan untuk menghidupkan kembali budaya kuliner Aceh yang kaya nilai dan tradisi. Pihaknya ingin mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk konsumsi sehari-hari sekaligus memperkuat usaha berbasis bahan baku daerah bagi para pelaku UMKM.

"Festival Peunajoh ini bukan hanya untuk menikmati kuliner, tapi juga sebuah gerakan memperkenalkan kembali budaya kuliner Aceh yang sarat nilai, tradisi, kreativitas, dan inovasi," kata Nurhafidhah.

Lomba Kreasi: Pisang Sale Jadi Dessert Box Modern

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah lomba kreasi peunajoh yang menantang peserta mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan kekinian tanpa menghilangkan identitas aslinya. Amin, peserta yang meraih juara pertama, berhasil menyulap pisang sale menjadi Dessert Box London Cake Pisang Sale, jajanan yang tengah viral dan digemari berbagai kalangan.

"Jajanan modern ini lagi viral sekarang dan sedang diminati, khususnya oleh perempuan, ibu-ibu, dan anak muda," ujar Amin. Ia memilih pisang sale karena bahan bakunya mudah didapat dan fleksibel diolah mengikuti selera pasar saat ini.

Perpustakaan Jadi Pintu Masuk Literasi Pangan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Timur, drh. Muhammad Mahdi, mengapresiasi penyelenggaraan festival di lingkungan perpustakaan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cara efektif untuk mendekatkan masyarakat pada pangan lokal sekaligus menumbuhkan minat baca.

"Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati dan mengenal peunajoh Aceh, tetapi kita berharap juga tumbuh rasa ingin tahu yang mendorong mereka mampir ke perpustakaan untuk melihat dan membaca," tuturnya.

Ragam Kuliner Lokal dan Kegiatan Pendukung

Selama sepekan, pengunjung dimanjakan dengan berbagai hidangan tradisional berbahan dasar lokal seperti Janeng, Bumbu Mie Aceh, Keumamah atau Ungkoet Kayee, Lempeng Sagee, Keukarah, Kue Bhoi, Bada Reuteuk, hingga Pisang Salee. Selain pameran kuliner dan UMKM, acara ini juga menghadirkan seminar, workshop, literasi bacaan, serta konten kreatif.

Rangkaian kegiatan Festival Peunajoh Aceh ditutup pada 9 Agustus 2026 dengan pengumuman pemenang lomba dan giveaway. Nurhafidhah berharap festival ini mampu menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal, mengonsumsi, dan mengembangkan potensi pangan lokal Aceh.

"Sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berinovasi dan terus pengembangan produk berbasis pangan lokal," pungkasnya.

Reporter: Saiful
Sumber: anterokini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top