TelkomSolution Rilis Connectivity+ di DTI-CX 2026, Bidik Pasar B2B dengan Layanan Konektivitas End-to-End

Penulis: Yasir  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26:31 WIB
TelkomSolution meluncurkan Connectivity+ di DTI-CX 2026 untuk memperkuat layanan konektivitas end-to-end bagi pasar B2B.

ACEH — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui portofolio solusi digitalnya, TelkomSolution, memamerkan Connectivity+ di DTI-CX 2026. Ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan strategi perusahaan memperkuat posisi sebagai enabler ekosistem digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi sektor industri.

Reni Yustiani, Vice President Enterprise Marketing & Growth Telkom, menegaskan bahwa konektivitas yang andal dan merata masih menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia. Fondasi utama transformasi digital, menurut dia, adalah jaringan yang memadai dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Jaringan TelkomGroup tersebar luas di darat, laut, dan udara. Dari fiber optik, BTS, kabel laut, hingga satelit dihadirkan untuk membantu percepatan proses transformasi digital nasional," ujar Reni dalam keterangan resminya, Rabu (6/8).

Layanan Terintegrasi untuk Percepatan Transformasi Bisnis

Connectivity+ hadir bukan sebagai produk tunggal. Layanan ini merupakan bagian dari kapabilitas TelkomSolution dalam menghadirkan solusi terintegrasi yang mengedepankan customer experience.

Penawaran ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga layanan publik. TelkomSolution mengklaim memiliki pengalaman puluhan tahun dan komitmen terhadap inovasi.

Perusahaan menghadirkan layanan end-to-end yang tidak hanya berhenti pada infrastruktur digital, tetapi juga mencakup cloud computing, big data, hingga keamanan siber.

Sinergi Danantara dan Target Pemerataan Akses Digital

Kehadiran Connectivity+ juga mempertegas arah sinergi TelkomGroup bersama Danantara. Korporasi menargetkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun secara maksimal untuk membuka peluang ekonomi baru, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Reni menambahkan, ketersediaan pusat data dan kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang mendukung aktivitas masyarakat dan pelaku usaha. Dengan demikian, akses jaringan tidak hanya merata, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan bisnis yang dinamis.

"Backbone transformasi digital sudah dihadirkan oleh TelkomGroup secara maksimal. Dengan Connectivity+ dari TelkomSolution, akses jaringan akan semakin merata dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan, baik untuk industri, layanan publik, maupun bisnis," tutup Reni.

Dampak bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi pelaku bisnis, layanan ini menjadi alternatif solusi untuk mendukung digitalisasi operasional di tengah kebutuhan konektivitas yang semakin kritis. Bagi investor, langkah Telkom ini menunjukkan fokus perseroan dalam menggarap pasar B2B yang memiliki potensi pertumbuhan margin lebih tinggi dibandingkan bisnis konsumer.

Ekspansi layanan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemerataan akses digital. Dengan cakupan jaringan yang luas, Telkom berpotensi menjadi mitra utama bagi institusi pemerintah dan BUMN dalam proyek transformasi digital nasional.

Reporter: Yasir
Sumber: investortrust.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top