BANDA ACEH — Jari-jari mungil itu menari di atas kanvas, mencoretkan warna-warni ceria. Mereka adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tengah mengikuti lomba finger painting di halaman Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak (TK) Inklusi Harsya Ceria, Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).
Perlombaan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui media cat air dan jari tangan, anak-anak diajak mengekspresikan diri secara bebas, tanpa batasan.
Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi. Pihak sekolah menekankan bahwa finger painting adalah metode pembelajaran yang efektif untuk melatih motorik halus, sensorik, dan fokus anak.
“Ini adalah wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk berpartisipasi dan mengekspresikan diri,” demikian keterangan yang dihimpun dari panitia kegiatan di lokasi.
Melalui goresan warna, anak-anak belajar mengenali emosi dan menuangkannya dalam bentuk karya. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter dan kemandirian anak sejak dini, sebuah elemen krusial dalam kurikulum pendidikan inklusif.
Kehadiran sekolah inklusi seperti Harsya Ceria menjadi penting di tengah upaya pemerataan pendidikan di Aceh. Sekolah ini memberikan ruang yang setara bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama anak pada umumnya.
Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momen tepat untuk menegaskan komitmen tersebut. Dengan melibatkan ABK dalam setiap perlombaan, sekolah ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan adalah milik semua kalangan.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Orang tua yang mendampingi tampak antusias menyaksikan buah karya anak-anak mereka, sebuah pemandangan yang menegaskan bahwa setiap anak memiliki bakat dan potensi untuk terus berkarya.