BMKG Peringatkan Gelombang Tsunami 3 Meter di Pesisir NTT, NTB, dan Sulsel Usai Gempa M 7,7

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:52:01 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setinggi hingga tiga meter untuk pesisir NTT, NTB, dan Sulsel setelah gempa magnitudo 7,7.

ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menaikkan status gempa bumi magnitudo 7,7 menjadi peringatan dini tsunami untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan. Hasil pemodelan menunjukkan ancaman gelombang setinggi 0,5 hingga 3 meter berpotensi menerjang pesisir utara Manggarai, Ngada, Ende, dan Flores bagian utara.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," jelas BMKG dalam siaran langsung di kanal YouTube resminya, Sabtu (15/8).

Status Siaga dan Waspada di Wilayah Pesisir

Status siaga tsunami berlaku untuk Manggarai bagian utara, Ngada, Ende, dan Flores di NTT, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. BMKG memproyeksikan ketinggian gelombang di zona ini berkisar 0,5 hingga 3 meter, sehingga warga di pesisir diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

Tingkat waspada ditetapkan untuk Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo dengan potensi ketinggian gelombang di bawah 0,5 meter. Masyarakat di empat wilayah itu tetap diimbau tidak beraktivitas di bibir pantai hingga peringatan dicabut.

Gempa Susulan dan Guncangan Kuat yang Dirasakan Warga

Gempa utama tercatat terjadi pukul 04.58 WIB dengan pusat di koordinat 8.33 Lintang Selatan, 121.32 Bujur Timur, dan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episentrum berada di laut, yang menjadi alasan utama potensi terjadinya tsunami.

"Betul, kencang sekali gempanya," kata Petrus, warga Manggarai Barat, dalam keterangan yang diterima BMKG. Guncangan dirasakan kuat selama beberapa detik dan sempat membuat warga berhamburan keluar rumah sebelum informasi peringatan dini resmi diterbitkan.

Imbauan Evakuasi dan Pantauan Terkini BMKG

BMKG menginstruksikan pemerintah daerah setempat untuk segera mengaktifkan sirine dan memandu warga menuju titik evakuasi. Kepala daerah di tingkat kabupaten diminta berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan jalur evakuasi tidak terputus.

Masyarakat pesisir diimbau tidak menunggu gelombang terlihat secara visual. Peringatan ini berlaku hingga ada pembaruan resmi dari BMKG mengenai status penurunan level ancaman. Data terakhir dari sensor pasang surut masih terus dipantau untuk menentukan apakah peringatan akan diperpanjang atau dicabut.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top