Negosiator Perdamaian Aceh Juha Christensen: Kibarkan Bendera GAM untuk Kepentingan Lain Tidak Bagus

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:57:01 WIB
Juha Christensen menilai pengibaran bendera GAM di luar konteks sejarah tidak baik bagi suasana perdamaian Aceh.

BANDA ACEH — Juha Christensen, tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk kepentingan di luar konteks sejarah. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas aksi pengibaran bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu lalu yang berujung kericuhan.

"Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus," kata Juha Christensen di Banda Aceh, Sabtu.

Menjaga Amanah Perdamaian yang Bermartabat

Juha menegaskan bahwa aksi pengibaran bendera tersebut tidak baik bagi suasana perdamaian Aceh yang telah terbangun sejak penandatanganan nota kesepahaman Helsinki pada 2005. Ia mengingatkan bahwa salah satu butir penting dalam MoU Helsinki adalah penyelesaian konflik yang bermartabat bagi semua pihak.

"Itu tidak bagus untuk suasana (kibarkan bendera GAM). Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah bermartabat untuk semua," ujarnya.

Menurut Juha, semua elemen masyarakat, baik pemerintah pusat maupun mantan kombatan GAM, harus menjaga perdamaian dengan tidak memunculkan hal-hal yang bersifat sensitif. Ia menekankan pentingnya saling menjaga agar tidak ada lagi gesekan yang dapat mengganggu stabilitas yang sudah diraih.

Perdamaian Aceh Jadi Contoh, Ekonomi Masih Tertinggal

Di tengah peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Balai Meuseuraya Aceh, Juha menyebut perdamaian Aceh sebagai fondasi luar biasa yang patut dijaga bersama. Namun, ia mengakui bahwa kondisi perekonomian Aceh saat ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi lain yang pernah mengalami konflik.

"Itu Aceh tertinggal sedikit kalau kita bandingkan dengan provinsi lain. Di mana-mana pernah ada konflik. Selalu untuk dapat ekonomi kembali normal memakan waktu," tuturnya.

Dua Syarat Utama untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

Juha menyebutkan dua hal yang harus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan ekonomi Aceh. Pertama, membangun rasa saling percaya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kedua, memperkuat konsolidasi dan persatuan politik di Aceh agar iklim investasi aman dan menarik bagi para investor.

"Untuk mengundang investor tidak bisa tanpa kepercayaan atau keamanan berinvestasi di Aceh. Hal ini penting demi pertumbuhan perekonomian Aceh," jelasnya.

Realisasi MoU Helsinki Dinilai Belum Seratus Persen

Mengenai pelaksanaan butir-butir MoU Helsinki, Juha menilai masih ada beberapa poin yang belum terealisasi sepenuhnya. Ia mendorong semua pihak untuk terus berupaya mencapai penyelesaian seluruh amanah damai tersebut.

"Menurut saya tidak ada banyak (yang belum terealisasi). Mungkin ada 1, 2, 3 tetapi tentu bukan semua butir-butir 100 persen. Itu harus dicapai dan jaga sama-sama supaya kita bisa mencapai 100 persen," demikian Juha Christensen.

Reporter: Yasir
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top