Harga Ayam Potong di Banda Aceh Naik ke Rp33 Ribu per Kilogram, Stok Menipis Akibat Bibit Terkena Virus

Penulis: Yasir  •  Rabu, 02 September 2026 | 22:20:01 WIB
Pedagang menunjukkan ayam potong di Pasar Banda Aceh, harga naik ke Rp33 ribu per kilogram akibat stok menipis.

Harga ayam potong di pasar-pasar Banda Aceh naik hingga Rp33 ribu per kilogram dalam dua hari terakhir, melebihi harga normal yang biasa berada di bawah Rp30 ribu. Stok menipis karena bibit ayam (DOC) terkena virus, sementara permintaan konsumen meningkat.

BANDA ACEH — Harga ayam potong di pasar-pasar Banda Aceh naik hingga Rp33 ribu per kilogram dalam dua hari terakhir, melebihi harga normal yang biasa berada di bawah Rp30 ribu. Stok menipis karena bibit ayam (DOC) terkena virus, sementara permintaan konsumen meningkat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh Bukhari Sufi mengatakan lonjakan harga merupakan efek langsung dari berkurangnya pasokan ayam broiler di tingkat pengecer. "Akibat bibitnya terkena virus, terjadi lonjakan harga dan stok di pasar berkurang. Ketika stok berkurang, maka harga naik secara otomatis," ujarnya di Banda Aceh, Rabu.

Virus pada DOC, Masa Panen Mundur hingga 10 Hari

Bukhari menjelaskan gangguan pasokan dipicu oleh day old chicken (DOC) atau bibit ayam potong yang terserang virus. Kondisi ini membuat ayam tidak bisa dipanen sesuai jadwal, sehingga volume pengiriman dari kandang ke pasar ikut menurun.

"Kami sudah konfirmasi ke penyalur yang kandang-kandangnya di Banda Aceh. Penyebabnya bibit ayam potong terkena virus, harus dipulihkan 10 hari, dan ini mengganggu pasokan ke pasar," kata Bukhari.

Masa pemulihan itu membuat kandang ayam tidak bisa langsung dipakai. Proses sterilisasi dan jeda perawatan dianggap perlu sebelum peternak kembali menerima bibit baru, sehingga pasokan baru baru tersedia setelah siklus berikutnya berjalan normal.

Permintaan dari SPPG dan Peringatan Maulid Ikut Mendorong Harga

Selain faktor gangguan produksi, naiknya harga juga dipengaruhi meningkatnya permintaan dalam beberapa waktu terakhir. Bukhari menyebut kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola makanan bergizi gratis ikut menyerap pasokan ayam di Banda Aceh.

"Selama ini MBG juga sudah aktif semua, ini juga salah satu penyebab harga naik karena permintaan tinggi termasuk juga peringatan maulid," katanya.

Pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW, banyak warga dan instansi yang menggelar kenduri atau santunan sehingga kebutuhan daging ayam melonjak. Kombinasi pasokan yang terbatas dan permintaan tinggi akhirnya menekan harga pasar.

Dinas Minta Penyalur Cari Pasokan Alternatif

Diskopukmdag Banda Aceh tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Pihaknya telah meminta para penyalur ayam potong untuk mencari sumber pasokan dari luar daerah sebagai cara menstabilkan harga dan memenuhi permintaan warga.

"Solusinya, kita komunikasi kembali kepada pemasok untuk mencari alternatif lain agar ayam potong di pasar Banda Aceh kembali tersedia," demikian Bukhari Sufi.

Langkah ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang akhir pekan ketika kebutuhan rumah tangga dan warung makan biasanya meningkat.

```
Reporter: Yasir
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top