Sebanyak 15 dari 66 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Langsa, Aceh, telah mulai menjalankan usaha dengan menjual kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng. Mayoritas koperasi desa lainnya belum beroperasi akibat kendala permodalan, sumber daya manusia, dan peralatan pendukung yang belum memadai.
LANGSA — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Langsa mencatat baru 15 dari 66 KDMP yang sudah berbadan hukum dan beroperasi menjalankan usaha. Seluruh koperasi tersebut tersebar di lima kecamatan dan dibentuk mengikuti jumlah desa atau gampong di Kota Langsa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Langsa Harris Gusnally menyatakan usaha yang dijalankan koperasi desa itu masih terbatas pada penjualan kebutuhan pokok.
"Ada sebanyak 15 KDMP di Kota Langsa sudah menjalankan usahanya. Usaha yang mereka jalankan masih terbatas seperti menjual kebutuhan pokok di antaranya beras dan minyak goreng," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Kemitraan dengan Bulog Melalui Program RPK
Sebagian besar KDMP yang sudah berjalan bekerja sama dengan Bulog melalui skema Rumah Pangan Kita (RPK). Melalui kerja sama ini, koperasi menyalurkan beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita kepada warga.
Harris menjelaskan operasional koperasi yang sudah berjalan tersebut masih terbatas, misalnya buka hanya satu kali dalam sepekan. Hal ini menunjukkan kapasitas pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan.
Kendala Modal dan SDM Hambat Operasional Koperasi
Belum beroperasinya mayoritas KDMP di Kota Langsa disebabkan sejumlah persoalan mendasar. Harris menyebutkan kendala utama meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya kapasitas sumber daya manusia pengurus, serta kurangnya peralatan pendukung untuk menjalankan kegiatan ekonomi.
Kondisi ini membuat pemerintah kota belum bisa memastikan seluruh desa memiliki koperasi yang aktif. Padahal pembentukan koperasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menumbuhkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Pelatihan dan Pendampingan Jadi Prioritas
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Langsa terus mendorong agar semua KDMP segera menjalankan usaha sebagaimana yang diharapkan. Harris berharap berbagai kendala yang ada dapat segera teratasi.
"Kami juga berharap semua kendala KDMP dalam menjalankan usaha bisa teratasi seperti pelatihan dan pendampingan dapat diberikan kepada pengurus dan pengelola. Termasuk dukungan permodalan, sehingga KDMP dapat menjalankan usahanya," kata Harris Gunally.