Polres Bireuen Siagakan Personel dan Armada Hadapi Puncak Kemarau, Targetkan Zero Karhutla saat El Nino 2026

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 03 September 2026 | 19:40:01 WIB
Polres Bireuen menggelar apel gelar pasukan dan inspeksi armada pemadam untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan saat puncak kemarau 2026.

BIREUEN — Antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya, Polres Bireuen bersama instansi terkait menggelar apel gelar pasukan sekaligus inspeksi sarana prasarana pemadam. Apel yang dipimpin langsung Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri ini berlangsung di Lapangan Hijan 97 Wira Pratama Mapolres Bireuen, Kamis (3/9).

Kegiatan itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala dinas terkait, unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polhut, BPBD, Pos SAR, serta Dinas Kesehatan. Organisasi komunikasi radio seperti RAPI dan ORARI juga turut dilibatkan dalam apel tersebut.

Armada dan Peralatan Pemadam Dicek Langsung

Usai apel, Kapolres bersama unsur Forkopimda berkeliling memastikan kesiapan puluhan kendaraan roda empat dan roda dua milik Polres Bireuen dan jajaran. Mobil pemadam, truk Basarnas, hingga kendaraan taktis Sabhara dan peralatan SAR turut diperiksa kondisinya di lokasi.

Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. Kesiapan teknis armada menjadi penentu utama kecepatan respons saat titik api pertama kali muncul, terutama di area yang sulit dijangkau.

Ancaman Nyata El Nino dan Lahan Kritis

AKBP Yulhendri menjelaskan, apel ini menjadi momentum memastikan seluruh personel dan peralatan siap tempak. Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi musim kemarau.

Prediksi BMKG menyebutkan puncak kemarau di Aceh akan berlangsung Juni hingga September 2026, diperparah potensi El Nino kategori lemah. Kondisi geografis Bireuen yang memiliki lahan kering, gambut, perkebunan, hutan, dan semak belukar dinilai rawan memicu api cepat menyebar.

Sudah Ada Upaya Penanggulangan Sejak Awal Tahun

Kapolres mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jajarannya telah mengerahkan waktu dan tenaga untuk melakukan langkah penanggulangan secara masif. Apel gelar pasukan kali ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan, bukan kegiatan seremonial semata.

“Saya percaya dengan kesungguhan, kedisiplinan, sinergitas, dan kerja keras kita semua, kita mampu mewujudkan wilayah hukum Polres Bireuen bebas asap, zero karhutla, memperkuat persaudaraan, memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: metroaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top