ACEH — Mahershala Ali meneteskan air mata saat mengenang adegan makan malam di film Moonlight dalam sesi Screen Talk di BFI London Film Festival. Film drama arahan Barry Jenkins itu memberinya salah satu dari dua Piala Oscar dan baru saja menandai sepuluh tahun sejak perilisan. Ali juga enggan berkomentar banyak soal keterlibatannya di waralaba animasi Spider-Verse.
Aktor Mahershala Ali tampil di panggung BFI London Film Festival untuk sesi wawancara terbuka yang dipandu Amon Warmann. Pembicaraan menyentuh perjalanan kariernya, dari peran Juan dalam Moonlight hingga dua kemenangan Oscar berturut-turut. Momen paling emosional terjadi ketika ia membahas adegan makan malam antara Chiron kecil dan Juan, karakter bandar narkoba yang ia perankan.
Ali menyebut adegan itu sebagai potret krisis seorang anak yang sudah hidup dalam krisis. Menurutnya, pertanyaan polos Chiron soal apakah Juan menjual narkoba membawa beban emosional yang berat. "You see this like crisis for this young boy who's already in crisis," ujarnya. "It's really heartbreaking."
Saat Warmann menanyakan alasan film itu tetap kuat sepuluh tahun kemudian, Ali berhenti sejenak dan menyeka matanya. "Sorry, just need a second," katanya. Setelah menenangkan diri, ia menjelaskan bahwa Moonlight mampu memberi daging pada tokoh-tokoh yang jarang tampil di layar lebar.
"Any time people put flesh on the bones of those who haven't been seen or had their moment, I think it's important," ujar Ali. Ia menambahkan bahwa film tersebut berhasil membuat karakter-karakternya terasa manusiawi dan personal.
Untuk membangun karakter Juan, Ali mengambil referensi dari seorang pria yang ia kenal sepanjang hidup. Sosok seperti paman itu sering bermain basket dengannya dan bekerja sebagai guru pengganti. Pria tersebut ditangkap dan dipenjara saat Ali kuliah, sebuah peristiwa yang membuatnya terkejut.
"I thought of him a lot in the making of the film because of how human everyone was in my environment and in my upbringing," kata Ali. Pengalaman itu membantunya menghadirkan Juan sebagai pribadi utuh, bukan sekadar stereotip.
Ali juga menyinggung reaksi keras yang menyusul film Green Book, di mana ia berperan sebagai pianis Don Shirley beradu akting dengan Viggo Mortensen. Kontroversi itu mencakup persoalan restu dari keluarga Shirley. Meski begitu, Ali tetap berdiri di belakang karya tersebut.
"I still stand by it. I stand by the work," tegasnya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai keseluruhan proses yang mengajarkan banyak hal, termasuk perasaannya yang sempat berubah dari merasa sebagai anak emas menjadi mempertanyakan kesalahan.
Soal dua Oscar beruntun, Ali menyebutnya sebagai pencapaian, bukan pemenuhan. "I felt a sense of accomplishment, which is not fulfillment," katanya. Kedua patung itu ia simpan di lemari, di luar jangkauan pandang, agar bisa kembali fokus bekerja.
Ali mengisi suara Aaron Davis dalam film animasi Spider-Verse, termasuk versi karakter dari alam lain yang muncul di akhir Across the Spider-Verse dan kembali di Beyond the Spider-Verse. Ketika diminta membedakan kedua versi itu, ia memilih berhati-hati.
"I don't want to give anything away or spoil anything, I've got to be careful," ujarnya. Saat didesak soal apakah proses rekaman sudah selesai, ia berkelakar, "I might not even be in it, man! I don't know, man! I don't know!"
Meski begitu, Ali cukup terbuka soal proses pengisian suara. Aktor direkam di bilik, dan improvisasi mereka kerap masuk ke film final, kadang memicu penulisan ulang dan sesi rekaman tambahan. "I think that's why, honestly, the animation films will hold up better than live-action films," katanya.
Setelah Green Book, Ali langsung masuk ke serial True Detective dengan jeda hanya satu atau dua pekan. Ia memerankan detektif Wayne Hays dalam tiga lini waktu, dan peran versi tua menuntut jam kerja 80 jam per pekan serta empat jam di kursi makeup sejak pukul 03.30. Syuting berlangsung tujuh bulan saat putrinya baru berusia satu tahun.
"I just think about how I almost went crazy doing that part," kenangnya. Dua filmnya juga diputar di festival tahun ini, yakni animasi Wildwood sebagai pengisi suara pemimpin bandit Brendan, dan thriller aksi Your Mother, Your Mother, Your Mother sebagai Latif, ayah Muslim taat yang juga pembunuh bayaran. Ia hanya punya tiga sampai empat hari untuk mempelajari koreografi laga.
"It's really more like dance than what people realize," ujarnya soal koreografi tersebut. Mengenai peran ayah Muslim kulit hitam, Ali berharap karakter semacam itu punya dimensi lebih luas di layar. Kini ia sedang mengerjakan serial HBO berjudul Task bersama Mark Ruffalo, dan mengaku lelah dengan cara yang tepat. "So that's why I feel like I'm just getting started," tutupnya.