Pencarian

Mathew Baker Beber Alasan Pilih Timnas Indonesia dan Tolak Australia

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 16:32:31 WIB
Mathew Baker Beber Alasan Pilih Timnas Indonesia dan Tolak Australia
Pesepak bola Mathew Baker mengungkap alasan memilih membela Timnas Indonesia.

ACEH — Mathew Baker mengungkap alasan memilih membela Timnas Indonesia ketimbang Australia dalam wawancara dengan media Negeri Kanguru. Pemain berusia 17 tahun itu menegaskan dirinya mencintai kedua negara, tetapi tetap ingin mengalahkan Australia jika suatu saat bertemu di lapangan.

Keputusan Mathew Baker meninggalkan jalur Timnas Australia bukan pilihan yang diambil dalam semalam. Pemain kelahiran Australia itu memiliki ayah berkewarganegaraan Australia, sementara ibunya berasal dari Jakarta dan bermarga Sitorus. Sejak usia belia, Mathew memilih mengenakan jersey Merah Putih ketimbang The Socceroos.

Dalam wawancara tersebut, Mathew tidak menyembunyikan kedekatannya dengan kedua negara. Namun naluri kompetitifnya sebagai pemain Timnas Indonesia tetap muncul saat membicarakan kemungkinan bersua Australia.

"Saya punya identitas dari kedua sisi dan saya sangat, sangat mencintai kedua negara. Tapi di lapangan saat kami melawan Australia, saya begitu ingin mengalahkan mereka. Saya belum berkesempatan melakukannya, tetapi mungkin ada kesempatan pada masa yang akan datang," kata Mathew.

Panggilan Australia U-16 yang Ditolak Demi Garuda

Perjalanan Mathew bersama Timnas Indonesia dimulai pada 2024. Ketika itu ia mulai mendapat tempat di skuad Indonesia U-16. Pada Agustus di tahun yang sama, Federasi Sepak Bola Australia memanggilnya ke tim U-16, tetapi tawaran itu ditolak.

"Semua bermula pada 2024 saat itu aku mulai memiliki tempat di tim, Timnas Indonesia U-16. Pada Agustus saya dipanggil ke timnas Australia [U-16], yang kemudian saya tolak demi tetap bersama Timnas [Indonesia] U-16," ucapnya.

Baginya, membela Garuda menghadirkan pengalaman yang tidak ditemukan di pertandingan biasa. Aspek emosional menjadi pembeda utama.

"Pertandingan-pertandingan itu sangat berbeda dibanding pertandingan sepak bola normal pada umumnya karena ada aspek emosional," tutur Mathew.

Debut Senior Lawan Oman dan Rekor Pemain Termuda

Pada 2026, Mathew mendapat kesempatan unjuk kemampuan di hadapan pelatih John Herdman. Momen tersebut sempat membuatnya grogi, tetapi justru menjadi pemicu kepercayaan diri dalam menjalani karier di Australia bersama klub Melbourne City.

Catatan penting lain terukir saat Baker membela Timnas Indonesia melawan Oman pada usia 17 tahun 23 hari. Angka itu menempatkannya sebagai pemain termuda yang membela skuad Garuda.

"Pertandingan pertama [di Timnas Indonesia senior] begitu membuat saya grogi. Saya tidak bisa berpikir, gemetar saat berada di lorong pemain untuk berjalan keluar," ujar Mathew.

Pengalaman kedua membawa perubahan besar pada mentalnya. Mathew mengaku lebih tenang dan fokus pada performa ketimbang terbebani tekanan.

"Setelah kali kedua saya mencoba percaya diri. Saya baru saja kembali membela timnas senior. Saya tidak begitu khawatir, ini hanya soal seberapa bagus saya bisa bermain dan membantu tim saya meraih hasil terbaik. Dan tahun ini, coach John memanggil saya ke tim senior dan di sinilah kita berada," ucapnya.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks