ACEH — NASA merinci misi Artemis 3 yang akan menerbangkan tiga roket berat dari Florida dalam rentang dua pekan, melibatkan New Glenn milik Blue Origin, SLS, dan Starship versi 3 SpaceX. Misi ini tidak lagi menjadi pendaratan kru pertama di Bulan seperti rencana awal, melainkan uji dok antariksa dengan dua lander komersial berbeda sebelum pendaratan sesungguhnya pada 2028. Astronaut Randy Bresnik, Frank Rubio, Andre Douglas, dan Luca Parmitano dari ESA akan menjalankan rangkaian uji tersebut.
Blue Origin menjadi pihak pertama yang membuka rangkaian Artemis 3 melalui peluncuran New Glenn membawa versi uji lander Blue Moon Mark 2 ke orbit rendah Bumi, sekitar 440 kilometer di atas permukaan. Setelah itu, NASA meluncurkan Space Launch System (SLS) dengan kapsul kru Orion di atasnya.
Orion akan menempati orbit setinggi sekitar 555 kilometer sebelum bertemu dengan Blue Moon Mark 2. Keempat astronaut bertugas memastikan seluruh sistem berjalan sesuai rencana sebelum membuka palka antariksa dan masuk ke lander milik Blue Origin.
Setibanya di dalam Blue Moon Mark 2, kru memverifikasi kemampuan lander menjaga tekanan dan atmosfer yang layak. Mereka juga menguji perangkat lunak, sistem kendali penerbangan, dan fungsi pendukung kehidupan sebelum kembali ke Orion.
Orion kemudian melepas diri dari Blue Moon Mark 2 untuk bersiap pada pertemuan kedua. Tahap ini menjadi bagian penting karena NASA ingin melihat bagaimana satu kapsul kru berinteraksi dengan dua arsitektur lander komersial yang berbeda dalam satu misi.
SpaceX mengirim Starship versi 3 yang membawa sistem dok di ujung depan kendaraan. Pertemuan dengan Orion hanya berlangsung dua jam dan kru tidak masuk ke kabin Starship. Mereka cukup memastikan proses dok dan pelepasan berjalan mulus saat kedua kendaraan terhubung di antariksa.
Setelah rangkaian dok selesai, kru masih punya waktu sekitar lima hari tambahan di orbit sebelum kembali ke Bumi. Artemis 3 juga menjadi ajang evaluasi setelan Orion Crew Survival System yang dirancang khusus untuk misi antariksa dalam.
NASA belum menetapkan tanggal konkret peluncuran Artemis 3. Administrator NASA Jared Isaacman melalui memo internal yang dilaporkan NASA Watch mengakui misi ini tertinggal tiga bulan dari jadwal.
Dalam skenario terbaik, Artemis 3 berangkat pada musim panas 2027. Penundaan ini memberi NASA dua kesempatan pendaratan Bulan untuk Artemis 4 pada 2028. Sebelumnya, Artemis 3 dijadwalkan menjadi pendaratan kru pertama sejak Apollo 17 pada 1972, tetapi perubahan besar program Artemis menggeser target pendaratan ke 2028.
Blue Origin masih berupaya memulihkan landasan peluncuran New Glenn yang meledak saat uji hotfire pada Mei lalu. Perusahaan menargetkan fasilitas itu bisa dipakai lagi pada akhir tahun ini.
Artemis 3 paling relevan bagi pengamat program antariksa dan publik yang mengikuti persiapan pendaratan Bulan berikutnya. Bagi pengguna teknologi sehari-hari, rangkaian uji ini menjadi penanda seberapa siap arsitektur lander komersial sebelum misi berawak sungguhan digelar.