Pemkot Banda Aceh Kejar Adipura Kencana 2026 Setelah 11 Kali Raih Piala Adipura

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
Rapat koordinasi persiapan penilaian Adipura 2026 digelar di Balai Keurukon, Banda Aceh, Jumat (30/10/2026).

BANDA ACEH — Rapat koordinasi persiapan penilaian Adipura 2026 di Balai Keurukon, Jumat (30/10/2026), mempertemukan jajaran Pemkot Banda Aceh, para camat, keuchik, dan unsur terkait. Dari forum itu, Pemko menegaskan bahwa kebersihan kota bukan pekerjaan DLHK3 semata.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Bachtiar, menyebut keterbatasan tenaga kebersihan sebagai alasan utama perlunya pelibatan warga. Ia meminta ASN dan masyarakat memulai gerakan dari rumah dan pekarangan masing-masing.

"Menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjaga kebersihan dan keindahan kota adalah tugas kita bersama. Dengan keterbatasan tenaga yang ada, kita harus melibatkan masyarakat secara kolektif," kata Bachtiar.

Modal 11 Piala Adipura dan Catatan 2025

Banda Aceh sudah 11 kali meraih Piala Adipura, dengan penghargaan terakhir pada 2023. Namun pada penilaian kinerja pengelolaan sampah 2025, kota ini masuk kategori Dalam Pembinaan dengan nilai 50,58.

Catatan itu bukan kasus tunggal. Sebanyak 253 kabupaten/kota secara nasional juga masuk kategori Dalam Pembinaan, dan tidak ada daerah yang memperoleh predikat Adipura maupun Adipura Kencana pada periode tersebut.

Kepala DLHK3 Kota Banda Aceh, Hamdani, menyebut target Adipura Kencana sebagai upaya ke-12 kota ini menambah koleksi piala. Ia mengakui jalan menuju predikat tertinggi tidak ringan.

"Insyaallah, kita berharap pada kesempatan ke-12 ini Kota Banda Aceh dapat meraih Adipura Kencana. Memang cukup berat, namun kita akan berusaha semaksimal mungkin," ujarnya.

Pemilahan Sampah dari Sumber Jadi Kunci

Hamdani mengimbau warga merawat lingkungan masing-masing dan memilah sampah sejak dari sumbernya. Langkah itu dinilai lebih menentukan dibanding kerja petugas kebersihan di hilir.

Imbauan serupa ditujukan kepada pengunjung, pelaku usaha, pedagang, dan pengguna jalan. Mereka diminta menjaga kebersihan lingkungan serta tempat usaha selama proses penilaian Adipura berlangsung.

Bagi Pemko, hasil penilaian 2026 akan menjadi ukuran apakah strategi pelibatan camat, keuchik, dan warga mampu mengangkat Banda Aceh dari kategori Dalam Pembinaan menuju predikat tertinggi.

Reporter: Saiful
Sumber: pintoe.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top