ACEH UTARA — Tim gabungan pencarian dan pertolongan kembali menemukan 14 korban meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Selasa (13/1/2026). Penemuan tersebut menambah jumlah korban jiwa secara signifikan dalam tragedi bencana yang terjadi sejak akhir Desember lalu.
Sebelumnya, data resmi mencatat sebanyak 231 orang meninggal dunia hingga 10 Januari 2026. Dengan tambahan 14 korban yang ditemukan hari ini, total korban meninggal akibat banjir di Aceh Utara kini mencapai 245 jiwa.
Angka tersebut menjadikan Aceh Utara sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak dibandingkan daerah terdampak lainnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.
Kepala Dinas Informasi, Telekomunikasi, dan Persandian Aceh Utara, Halidi, menjelaskan bahwa seluruh korban yang baru ditemukan berasal dari Kecamatan Baktiya.
“Ke-14 korban berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Baktiya, antara lain Alue Ie Puteh, Cot Kumbang, Matang Cut, Alue Jamok, Glumpang Bungkok, Matang Raya Timu, Lhok Seutuy, Tanjong Gelumpang, Matang Kumbang, dan Geulumpang Samlako,” ujar Halidi.
Meski demikian, proses pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan.
Hingga kini, masih terdapat enam warga yang dilaporkan hilang dan belum ditemukan. Mereka masing-masing adalah Syawaluddin dari Desa Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara; Saidah dan Mawardah dari Desa Lhok Reudeub, Kecamatan Tanah Jambo Aye; M. Salah dari Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan; Yahwa dari Desa Gunci; serta M. Reza dari Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Sesuai arahan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalin, pencarian tidak akan dihentikan. Tim gabungan terus memantau dan menyisir wilayah terdampak demi menemukan seluruh korban banjir,” tegas Halidi.
Banjir besar yang melanda Aceh Utara tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, permukiman warga, serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.