ACEH — Anggota Komisi XI DPR RI Kardaya Warnika menekankan bahwa ketersediaan energi menjadi prioritas utama. Ia menyebut, tanpa pasokan yang cukup, aktivitas warga bisa lumpuh. "Bagi kami, energi itu yang utamanya satu, ada dulu, ada ketersediaan itu. Availability itu penting," ujarnya usai meninjau langsung Fuel Terminal Boyolali milik Pertamina Patra Niaga di Jawa Tengah, baru-baru ini.
Kunjungan itu merupakan bagian dari pengawasan DPR terhadap pelaksanaan subsidi energi dan penugasan pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO). Hasil peninjauan menunjukkan stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah, Solo, dan Yogyakarta dalam kondisi aman. "Secara keseluruhan itu tidak ada masalah. Ketersediaannya cukup," kata Kardaya.
Solar dan LPG 3 Kg Jadi Sorotan Utama
Kardaya secara spesifik menyoroti dua produk PSO yang paling dibutuhkan masyarakat bawah: solar untuk sektor ekonomi dan LPG 3 kilogram untuk rumah tangga. Ia meminta Pertamina tidak lengah. "Kita juga meminta supaya BBM-BBM tertentu yang untuk kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat bawah untuk ekonomi yaitu solar, itu supaya ketersediaannya dijaga. Jangan sampai kosong," tegasnya.
Hal yang sama berlaku untuk LPG 3 kg. Menurut Kardaya, elpiji bersubsidi ini sangat vital bagi ibu-ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Jangan sampai LPG-nya tidak ada," ujarnya.
Ia pun meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk terus berupaya maksimal menjaga distribusi. "Kita minta kepada Patra Niaga supaya jangan sampai terganggu penyediaannya. Dia harus berupaya supaya penyediaannya itu tidak terganggu," tambah Kardaya.
Pengawasan Langsung untuk Cegah Kelangkaan
DPR memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan data yang diterima sesuai dengan kondisi riil. Kardaya menegaskan, pengawasan ini penting karena lonjakan permintaan saat Iduladha biasanya cukup signifikan. "Komisi XI kan berkaitan dengan subsidi. Salah satu penerima subsidi itu adalah Pertamina," jelasnya.
Meski stok di wilayah Jawa Tengah dinyatakan aman, DPR tetap mengingatkan agar Pertamina tidak lengah. Pasalnya, gangguan distribusi di titik-titik hilir bisa memicu antrean panjang dan kelangkaan di tengah masyarakat. "Kita melihat bahwa stok cukup, semuanya itu aman. Itu yang penting," pungkas Kardaya.