BANDA ACEH — BBPOM Aceh tidak bisa bekerja sendiri. Pengawasan obat dan makanan, menurut Ketua Tim Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM Aceh Desi Ariyanti Ningsih, membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, penguatan kolaborasi dengan Disperindag Aceh menjadi prioritas.
Mengapa Petugas Pengawas Perlu Ditingkatkan Kapasitasnya?
Desi menjelaskan, petugas yang kompeten adalah kunci pengawasan yang efektif. “Pemahaman dan kompetensi yang dimiliki petugas pengawas akan mampu mewujudkan pengawasan yang lebih efektif, demi memberikan perlindungan yang maksimal bagi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa.
Tanpa pemahaman yang mumpuni, produk berbahaya bisa lolos ke tangan konsumen. Oleh karena itu, pelatihan dan berbagi informasi antarinstansi menjadi agenda rutin yang diperkuat.
Dua Tahap Pengawasan yang Harus Dikuasai Petugas
Desi memaparkan, seorang pengawas wajib menguasai dua tahap krusial. Pertama, pengawasan sebelum produk beredar (pre-market). Kedua, pengawasan setelah produk beredar di masyarakat (post-market).
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi petugas pengawas, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” katanya menambahkan.
Dengan penguasaan kedua tahap ini, petugas diharapkan mampu mendeteksi pelanggaran, mulai dari izin edar palsu hingga kandungan bahan berbahaya.
Disperindag Aceh Apresiasi Dukungan Data dan Informasi
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Aceh, Munardi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap kerja sama yang sudah terjalin dapat terus diperkuat demi efektivitas pengawasan barang beredar di Aceh.
“Lewat koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Disperindag Aceh dan BBPOM Aceh, kami berharap permasalahan terkait peredaran produk obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya dapat dicegah dan ditangani secara lebih efektif demi melindungi kesehatan masyarakat,” kata Desi.
Cek KLIK: Jurus Ampuh bagi Konsumen
BBPOM Aceh juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Konsumen diminta selalu menerapkan Cek KLIK sebelum membeli produk. Akronim itu berarti Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
Langkah sederhana ini bisa menjadi benteng terakhir masyarakat dari produk ilegal atau kadaluwarsa. Dengan pengawasan yang ketat dari petugas dan kewaspadaan konsumen, peredaran obat dan makanan berbahaya di Aceh diharapkan bisa ditekan.