Pencarian

Skateboard, BMX, dan Breaking Satukan Komunitas Kreatif Aceh di Kardo National Qualifier Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 • 22:16:31 WIB
Skateboard, BMX, dan Breaking Satukan Komunitas Kreatif Aceh di Kardo National Qualifier Banda Aceh
Para atlet skateboard, BMX, dan breaking beraksi di Skate Park Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada Kardo National Qualifier.

BANDA ACEH — Suara roda skateboard yang beradu dengan beton bercampur alunan musik hip hop di Skate Park Taman Ratu Safiatuddin, Sabtu siang. Para breaker bersiap di sudut arena, fotografer berburu momen, sementara penonton dari berbagai usia berdiri di tepian lintasan menyaksikan trik demi trik yang berhasil ditaklukkan.

Ajang Kardo Season 9 National Qualifier Indonesia menjadi salah satu mata rantai penting dalam jaringan komunitas olahraga aksi tingkat internasional. Para pemenang akan melanjutkan langkah menuju Kardo World Final di Rusia.

Ruang Perjumpaan Lintas Komunitas

Yang menonjol dari perhelatan ini bukan hanya kemampuan teknis para atlet. Sepanjang kegiatan, terlihat bagaimana komunitas bekerja. Peserta saling menyemangati, panitia bergerak tanpa henti, sementara tamu dari Medan, Jakarta, Malaysia, Timor Leste, dan berbagai daerah di Aceh saling bertukar cerita.

Skatepark itu berubah menjadi lebih dari sekadar tempat berlatih. Ia menjadi ruang perjumpaan.

Dua Lagu untuk Pengungsi dan Penyintas

Di sela kompetisi, SPS Revival mendapat kesempatan tampil. Dua lagu dibawakan Oni Imelva, diiringi langsung oleh penciptanya, Rozhatul Valica. Sebelum memulai, perwakilan SPS Revival menyampaikan satu kalimat sederhana: "Mohon izin, kawan-kawan skater. Kami ingin berbagi ruang."

Lagu pertama berjudul Zamim (Tanah) dipersembahkan bagi para pengungsi di berbagai belahan dunia. Lagu kedua, Atma Jejal, mengangkat suara para penyintas kekerasan seksual. Di tengah riuh kompetisi olahraga aksi, kedua karya itu menghadirkan ruang hening yang mengajak penonton mendengar pengalaman hidup orang lain.

Penampilan berlangsung singkat. Kompetisi segera kembali berjalan. Justru di situlah letak maknanya: olahraga, musik, fotografi, dan seni pertunjukan dapat hadir berdampingan tanpa saling mengambil tempat.

Komunitas Kreatif Aceh Mulai Terhubung

Fenomena ini bukan sesuatu yang asing dalam kultur urban global. Di berbagai kota dunia, skateboarding tumbuh bersama musik independen, seni jalanan, dan film. Yang berkembang bukan hanya kemampuan teknis atlet, tetapi juga jejaring sosial dan solidaritas.

Aceh mulai memperlihatkan gejala serupa. Komunitas skate tidak lagi berdiri sendiri. Mereka mulai terhubung dengan pegiat seni, dokumentasi, media, literasi, hingga berbagai inisiatif kreatif lain. Pertemuan semacam ini membuka kemungkinan lahirnya kolaborasi yang tumbuh dari kebutuhan komunitas, bukan sekadar agenda acara.

Pekerjaan Besar Setelah Kompetisi Usai

Di balik keberhasilan penyelenggaraan, Nay NBC bersama tim penyelenggara masih terus mempersiapkan berbagai kebutuhan agar para juara dapat mewakili kawasan ini pada Kardo World Final di Rusia. Kerja komunitas tidak berhenti ketika kompetisi usai. Ia berlanjut dalam berbagai urusan yang sering kali tidak terlihat oleh publik.

Pengalaman itu sekaligus mengingatkan bahwa capaian komunitas perlu diimbangi perhatian terhadap ruang yang mereka gunakan. Skatepark dengan standar keselamatan yang lebih baik bukan hanya penting bagi pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi internasional, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan kreatif sehari-hari.

Bagi SPS Revival, perjumpaan di Kardo menjadi pengalaman lapangan menjelang dimulainya kembali kurikulum kreatif pada 25 Juli 2026. Bukan untuk mengulang apa yang terjadi di skatepark, melainkan meneruskan pelajaran yang lahir dari sana: kreativitas selalu menemukan bentuk terbaiknya ketika bertemu dengan kehidupan nyata dan bekerja bersama komunitas.

Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks