BIREUEN — Aula Pesantren Modern Al Zahrah berubah menjadi ruang apresiasi pada Sabtu (1/8/2026) malam. Lampu sengaja diredupkan, barisan kursi penuh sesak oleh wali santri, guru, dan tamu undangan. Di depan panggung, deretan plakat akrilik dan piala tertata rapi menanti para pemiliknya.
Malam itu menjadi sejarah bagi pesantren tersebut. Untuk pertama kalinya, Al Zahrah Awards digelar sebagai bentuk merawat semangat belajar yang telah berlangsung selama setahun penuh. Acara dimulai pukul 21.00 WIB dengan tarian Ranup Lampuan dari santri putri kelas 2 KMI, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Sulhan Ariska.
Apresiasi untuk 44 Santri dan 11 Guru Berprestasi
Penghargaan diberikan kepada santri dan guru yang menorehkan prestasi di bidang literasi, olahraga, seni, sains, bahasa, dan public speaking. Cakupannya meliputi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Total 44 santri meraih peringkat kelas, 12 santri berprestasi hafalan mufradat, 8 kelompok juara la'bu sighar, dan 7 kelompok juara ketangkasan baris berbaris.
Sebanyak 19 santri lainnya mendapat penghargaan khusus atas prestasi di luar pesantren. Sementara itu, 11 guru naik ke panggung menerima plakat akrilik. Mereka adalah Jumiati, Zuhera, Fitri Gustika, Faizah, Nani Andriani, Juarnida, Rauzatul Jannah, Munawar, Raudhatul Jannah, Nuramalia Jafar, dan Ikhwan Ramadhana.
Pimpinan Pesantren: Prestasi Harus Dirayakan, Bukan Berhenti di Angka
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa penghargaan ini jauh dari sekadar formalitas. Menurutnya, ada begitu banyak prestasi yang telah ditorehkan santri dan guru, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
"Bagi kami, prestasi tidak boleh berhenti pada angka. Ia harus diingat, dirayakan, lalu dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Oleh karena itu, pesantren patut mengapresiasi semua pihak yang telah mengharumkan nama pesantren," ujarnya.
Pemkab Bireuen: Apresiasi Bagian dari Pengembangan Diri
Asisten III bidang Administrasi Umum Kabupaten Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.M., yang hadir mewakili pemerintah daerah, menekankan pentingnya penghormatan atas pencapaian yang diraih. Ia menilai kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari pengembangan diri santri dan guru sebagai penggerak pendidikan.
"Apresiasi penting untuk memberikan penghormatan atas pencapaian yang telah diraih. Sekurang-kurangnya, kita juga bisa mengapresiasi diri sendiri melalui hal-hal sederhana," katanya.
Dua Santri Raih Beasiswa Bebas Iuran Tiga Bulan
Penghargaan khusus diberikan kepada dua santri dengan nilai tertinggi pada semester dua. Muhammad Luthfi dengan nilai rata-rata 8,53 dan Aufaturrima dengan nilai rata-rata 8,29 berhak menerima beasiswa berupa pembebasan iuran bulanan selama tiga bulan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Pendidikan Dayah Bireuen Anwar, S.Ag., M.A.P., Anggota DPRK Bireuen Sufyannur, S.E., Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen Munawar, SKM., M.Kes., para orang tua santri, dan seluruh majelis guru. Di akhir malam, piala dan plakat-plakat itu dibawa pulang oleh para santri dan guru, menjadi bukti bahwa cita-cita dan perjuangan adalah buah dari proses, bukan kebetulan belaka.