Pencarian

23 Mahasiswa Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Kerja di Hotel Malaysia, Ini Tempatnya

Jumat, 14 Agustus 2026 • 22:41:01 WIB
23 Mahasiswa Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Kerja di Hotel Malaysia, Ini Tempatnya
alumni program vokasi perhotelan Baitul Mal Aceh kini bekerja di berbagai hotel dan restoran di Malaysia.

BANDA ACEH — Sebanyak 23 alumni program pendidikan vokasi perhotelan Baitul Mal Aceh (BMA) tercatat telah bekerja di berbagai hotel dan restoran di Malaysia. Mereka tersebar di sejumlah tempat, antara lain Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, Ruma Hotel Kuala Lumpur, serta JP&CO Sunway Pyramid dan Putrajaya. Sebagian lainnya ditempatkan di Restaurant Muffin Seremban dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, menyampaikan laporan pelaksanaan program tersebut langsung kepada Ketua Badan BMA, Tgk Muhammad Yunus, di Banda Aceh, Jumat (15/8/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi dan pembahasan keberlanjutan program yang telah berjalan sejak 2021.

Dari Zakat ke Kompetensi Global

"Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka," kata Muhammad Nasir.

Program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang kompeten di bidang pariwisata dan perhotelan. Total penerima manfaat beasiswa dari dana zakat, infak, dan sedekah ini mencapai 75 mahasiswa selama tiga periode pelaksanaan.

Rinciannya, periode pertama tahun 2021-2022 diikuti 17 mahasiswa, periode kedua 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa, dan periode ketiga 2025-2026 tercatat 39 mahasiswa menjadi penerima manfaat. Artinya, lebih dari separuh alumni angkatan pertama dan kedua telah terserap di industri perhotelan Malaysia.

Seleksi Ketat untuk Anak Korban Konflik

Dalam pertemuan itu, BMA dan ITC Aceh juga mengevaluasi mekanisme seleksi penerima beasiswa ke depan agar lebih tepat sasaran. Prioritas baru akan diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban konflik, terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar.

"Terima kasih kepada BMA yang selama ini terus mendukung kebutuhan pendidikan mereka," ujar Muhammad Nasir.

Putaran Berkah Zakat yang Tak Terputus

Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan program yang didanai dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tersebut. Menurutnya, suksesnya para penerima beasiswa hingga mampu bekerja di Malaysia menjadi bukti nyata dampak pengelolaan zakat.

"Kami sangat bersyukur dan bangga, ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka," katanya.

Dirinya berharap para alumni terus berprestasi dan menjaga nama baik Aceh. Setelah sukses dan memiliki penghasilan, mereka diharapkan kembali berbagi melalui zakat, infak, atau sedekah sesuai kemampuan masing-masing.

"Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya," demikian Tgk Muhammad Yunus.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: m.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks