Desa Perapat Hulu di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, ditetapkan sebagai desa percontohan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Program ini dijalankan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Aceh Tenggara melalui Bappeda, dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, serta Balai Aceh.
KUTACANE — Warga Desa Perapat Hulu bakal mendapat layanan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terstruktur. Melalui program PPSP, setiap rumah tangga akan didorong memilah sampah organik dan anorganik sebelum diangkut ke bank sampah di Desa Kuta Lang-Lang.
Kepala Desa Perapat Hulu Junedi mengatakan, agenda yang sudah dicanangkan adalah peningkatan kebersihan desa, terutama penanggulangan sampah dengan memilah sampah organik dan anorganik.
"Sampah yang telah dipilah nantinya akan dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah di Desa Kuta Lang-Lang," kata Junedi saat dihubungi, Jumat (21/08/2026).
Mobil Tinja dan IPAL Masuk Daftar Usulan Warga
Selain persoalan sampah, pemerintah desa bersama masyarakat mengusulkan penyediaan mobil penyedot septic tank atau mobil tinja. Junedi berharap pemerintah daerah bisa memenuhi kebutuhan ini untuk mendukung layanan sanitasi di desanya.
"Kami berharap kepada pemerintah daerah agar ada mobil penyedot septic tank atau mobil tinja di desa," ujarnya.
Usulan lain yang mengemuka adalah pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tangki septic tank. Junedi menilai fasilitas ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan permukiman sekaligus meningkatkan layanan sanitasi.
Drainase Juga Jadi Perhatian
Junedi turut meminta Dinas PUPR mengoptimalkan kembali saluran drainase di wilayah Desa Perapat Hulu. Saluran yang tersumbat kerap menjadi penyebab genangan saat hujan deras.
"Harapan masyarakat, di Desa Perapat Hulu dapat dibangun sanitasi atau IPAL dan tangki septic tank sehingga kebersihan desa tetap terjaga," katanya.
Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur
Junedi menegaskan, PPSP tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan air serta mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Berbagai usulan yang disampaikan pemerintah desa bersama masyarakat telah mendapat respons dari pihak terkait. Kini, Desa Perapat Hulu menunggu realisasi program tersebut.