PLN dan ESDM Salurkan 1.000 Genset untuk Korban Banjir Aceh

PLN dan ESDM menyalurkan 1.000 genset untuk mendukung pemulihan listrik korban banjir Aceh.
Penulis: Redaksi
Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:15:33 WIB

Bireuen – PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan genset sebagai sumber listrik sementara bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memutus jaringan listrik, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hingga kini, masih terdapat sejumlah desa yang terisolasi akibat akses jalan yang belum pulih sepenuhnya, sehingga pengangkutan material dan peralatan PLN mengalami kendala.

Sebagai solusi sementara, Kementerian ESDM menyalurkan bantuan sebanyak 1.000 unit genset agar masyarakat terdampak tetap memiliki akses listrik untuk kebutuhan dasar selama masa pemulihan berlangsung.

Bantuan tersebut disambut haru oleh warga. Nirwa, salah seorang warga Desa Pante Peusangan, tak kuasa menahan tangis saat genset tiba dan mulai menerangi desanya.

“Alhamdulillah, kami senang sekali. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN. Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Rasa syukur serupa juga disampaikan Pengurus Musala Dusun Tanoh Rata, Desa Pante Peusangan, Muhammad Lidan. Ia mengatakan, sebelum adanya genset, aktivitas ibadah warga pada malam hari sangat terbatas akibat minimnya penerangan.

“Sejak genset ini ada, alhamdulillah urusan ibadah bisa kami jalankan dengan baik. Penyebaran informasi ke warga juga sudah kembali normal. Kami sangat berterima kasih,” katanya.

Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin, menjelaskan bahwa genset menjadi penopang utama aktivitas masyarakat sambil menunggu pemulihan jaringan listrik PLN secara permanen.

“Dengan adanya genset ini, warga tetap mendapat penerangan sementara sebelum jaringan listrik PLN pulih sepenuhnya. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan seluruh pihak yang membantu,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, mengatakan bantuan genset sangat membantu warga di wilayah yang masih terisolasi.

“Genset ini kami gunakan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian. Alhamdulillah, sekarang penerangan sudah menyala dan masyarakat merasa lebih aman,” tuturnya.

Tim gabungan Kementerian ESDM dan PLN bahkan harus melintasi sungai pascabanjir untuk mengawal distribusi genset ke wilayah-wilayah terisolasi di Aceh. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan kelistrikan bagi masyarakat terdampak bencana.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa secara sistem, kelistrikan di Aceh telah kembali terhubung. Namun, tantangan masih terjadi pada jaringan distribusi, khususnya di wilayah dengan akses terbatas dan infrastruktur yang rusak atau tergenang air.

“Secara tegangan tinggi sudah terhubung, tetapi jaringan tegangan rendah masih ada yang belum bisa dimasuki karena kendala akses. Atas arahan Bapak Presiden, kami bersama PLN menyalurkan 1.000 unit genset sebagai solusi sementara bagi masyarakat,” ujar Bahlil saat pelepasan bantuan genset di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Bahlil menambahkan, bantuan genset difokuskan pada wilayah paling terdampak, seperti Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan sejumlah wilayah lainnya di Aceh.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN terus mempercepat pemulihan jaringan distribusi listrik meski menghadapi tantangan medan dan keterbatasan akses.

“Sejak awal, kami bergerak bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan listrik, baik melalui pemulihan jaringan maupun penyediaan sumber listrik sementara,” katanya.

Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menambahkan, PLN terus mengerahkan personel di lapangan dan berkoordinasi lintas sektor guna memulihkan jaringan distribusi sekaligus memastikan wilayah terisolasi tetap mendapatkan pasokan listrik melalui genset.

“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, listrik adalah denyut kehidupan yang harus tetap hadir bagi masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, serta berbagai pihak menjadi kunci dalam masa pemulihan ini. Kehadiran genset tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit sementara, tetapi juga menjadi penopang kehidupan warga, menjaga penerangan tetap menyala di rumah, fasilitas umum, dan lokasi pengungsian hingga kelistrikan Aceh pulih sepenuhnya.

Reporter: Redaksi