Perkuat Inovasi Teknologi Aceh, USK Kukuhkan Lima Profesor Baru Fakultas Teknik

Penulis: Muammad Amran  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 01:19:35 WIB
Lima profesor baru Fakultas Teknik USK dikukuhkan untuk memperkuat inovasi teknologi di Aceh.

BANDA ACEH  - Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari lingkungan Fakultas Teknik sebagai upaya memperkuat fondasi inovasi teknologi di Serambi Mekkah. Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Senat Akademik Universitas (SAU), Darussalam, ini menandai langkah strategis kampus dalam meningkatkan kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menegaskan bahwa pencapaian gelar akademik tertinggi ini bukan sekadar simbol prestasi individu, melainkan amanah besar untuk membawa perubahan nyata. Menurutnya, keberadaan para profesor baru ini akan memperkuat posisi USK sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam menghadapi tantangan global di sektor teknologi dan infrastruktur.

Daftar Lima Guru Besar Baru dan Kepakaran Strategis

Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof. Abubakar. Adapun kelima akademisi yang kini resmi menyandang gelar profesor tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Syahrial, M.Eng., Prof. Dr. Anita Rauzana, S.T., M.T., Prof. Dr. Mirza Fuady, S.T., M.T., Prof. Dr. Zulfikar, S.T., M.Sc., dan Prof. Dr. Melinda, S.T., M.Sc.

Para guru besar ini memiliki latar belakang kepakaran yang sangat spesifik dan krusial bagi pembangunan Aceh di masa depan. Fokus penelitian mereka mencakup berbagai disiplin ilmu teknik modern, mulai dari pengembangan infrastruktur fisik, perancangan kota yang terintegrasi, hingga penguatan sistem keamanan digital yang saat ini menjadi isu prioritas nasional.

“Pengukuhan ini sangat istimewa karena seluruh profesor berasal dari Fakultas Teknik. Ini menunjukkan kekuatan dan kontribusi besar Fakultas Teknik dalam mendorong inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Mirza Tabrani dalam sambutannya di hadapan civitas akademika dan tamu undangan.

Dorong Inovasi Kecerdasan Buatan dan Infrastruktur Aceh

Kepakaran para profesor baru ini diharapkan mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi Provinsi Aceh dan Indonesia secara umum. Bidang kecerdasan buatan (AI) dan keamanan sistem digital menjadi salah satu sorotan utama, mengingat transformasi digital yang terus merambah berbagai sektor kehidupan masyarakat. Inovasi di bidang ini diyakini akan memperkuat daya saing daerah dalam ekosistem ekonomi digital.

Selain teknologi informasi, sektor infrastruktur dan perancangan kota juga mendapatkan suntikan pemikiran baru melalui pengukuhan ini. Dengan kondisi geografis Aceh yang unik, pengembangan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana serta peningkatan aksesibilitas ekonomi warga di berbagai kabupaten/kota.

“USK berkomitmen untuk tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga solusi nyata yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” tegas Rektor. Ia berharap hasil riset dan kajian dari para guru besar ini dapat segera diimplementasikan dalam kebijakan publik maupun proyek-proyek strategis di daerah.

Target Besar USK Menuju Tahun 2026

Penambahan lima profesor ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang USK untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Manajemen universitas terus mendorong para dosen untuk mencapai jenjang karier akademik tertinggi guna meningkatkan daya saing institusi di tingkat internasional. Pertumbuhan jumlah profesor di USK tercatat menunjukkan tren yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2026, USK menargetkan dapat mengukuhkan puluhan profesor baru dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Komitmen ini selaras dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan penguatan SDM ini, USK optimistis dapat terus memberikan kontribusi strategis dalam menjawab tantangan pembangunan di bidang kesehatan, lingkungan, hingga teknologi industri.

Melalui pengukuhan ini, USK juga mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan di Aceh untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan kepakaran para guru besar tersebut. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan sektor industri diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi baru yang mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Reporter: Muammad Amran
Back to top