PNS Disabilitas Asal Aceh Selatan Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menanti 14 Tahun, Istri Setia Dampingi

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:06:01 WIB
Muhammad Erlita, PNS disabilitas Aceh Selatan, akhirnya berangkat haji setelah menanti 14 tahun.

ACEH SELATAN — Rona bahagia tak terbendung dari wajah Muhammad Erlita saat ia dan sang istri tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, baru-baru ini. Perjalanan suci itu bukanlah sekadar liburan, melainkan puncak dari kesabaran panjang yang telah ia lalui selama 14 tahun.

Bagi Erlita, yang kesehariannya bekerja sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, keterbatasan fisik bukanlah tembok yang menghalangi niatnya untuk memenuhi rukun Islam kelima. Ia datang dengan satu misi utama: meraih predikat haji mabrur.

Kesabaran 14 Tahun dan Dukungan Sang Istri

Menunggu selama 14 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, Erlita tak pernah patah arus. Ia mengaku bahwa semangatnya terus menyala berkat dukungan penuh dari sang istri yang setia mendampingi sejak proses pendaftaran hingga akhirnya tiba di Tanah Suci.

“Ini adalah buah dari kesabaran panjang. Saya sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat,” ujar Erlita dengan mata berkaca-kaca saat tiba di Jeddah. Ia menambahkan bahwa pendampingan sang istri menjadi energi utama baginya selama proses ibadah nanti.

Niat Isytirath: Opsi Khusus untuk Jemaah Lansia dan Risti

Dalam perjalanan ibadahnya, Erlita termasuk dalam kategori jemaah risiko tinggi (risti) yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu kemudahan yang diberikan kepada jemaah lansia dan disabilitas adalah adanya opsi niat isytirath. Ini adalah niat bersyarat yang memungkinkan jemaah membatalkan ihram jika mengalami kondisi darurat atau sakit berat selama prosesi haji.

Opsi ini menjadi angin segar bagi jemaah seperti Erlita, yang tetap ingin menjalankan ibadah dengan tenang tanpa merasa terbebani oleh risiko kesehatan. Dengan adanya niat isytirath, mereka memiliki jaminan keamanan dari sisi fikih jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk melanjutkan rangkaian ibadah.

Disabilitas Bukan Penghalang ke Tanah Suci

Kisah Erlita menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Ia adalah representasi dari ribuan jemaah disabilitas dan lansia asal Aceh yang tahun ini mendapat kesempatan untuk berhaji. Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi jemaah kategori ini, mulai dari layanan kursi roda, petugas pendamping, hingga prioritas dalam proses check-in dan embarkasi.

Keberangkatan Erlita dan istrinya diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak penyandang disabilitas lainnya di Indonesia. Bahwa dengan niat yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat, impian untuk beribadah ke Tanah Suci bisa terwujud meski harus menunggu bertahun-tahun.

Reporter: Fajar
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top