BANDA ACEH — Sebanyak 54 ekor hewan kurban yang terdiri atas 51 ekor kambing dan 3 ekor sapi telah didistribusikan FDP ke 14 desa di kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Angka ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang menyalurkan delapan ekor sapi dan 52 ekor kambing dan domba ke 22 desa.
Zulkarnaini mengungkapkan para penyumbang kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dokter, akademisi, pedagang, hingga hampir seluruh lapisan masyarakat. "Alhamdulillah hewan kurban yang kita salurkan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan umat Islam Aceh dan Indonesia begitu peduli dengan kondisi umat Islam di perbatasan," katanya di Banda Aceh, Kamis.
Fokus utama pengiriman hewan kurban tahun ini adalah kawasan yang telah ditempati para dai binaan FDP. Ketua FDP Aceh, dr. Nurkhalis, menjelaskan setidaknya ada 13 orang dai yang bertugas di dua provinsi.
Di Aceh, para dai ditempatkan di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, dan Pulau Banyak, Kabupaten Singkil. Sementara di Sumatera Utara, jangkauan dakwah meliputi Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
Salah satu wilayah utama penyaluran adalah Kecamatan Danau Paris. Sejumlah desa yang menjadi sasaran antara lain Desa Biskang, Situbuh-tubuh, Sikoran, Situban, Lae Balno, Dusun Pancur Arang, dan Desa Napagaloh. Beberapa desa di luar Kecamatan Danau Paris juga masuk dalam daftar penerima.
Menurut Zulkarnaini, wilayah-wilayah ini diprioritaskan karena secara wawasan keislaman masih tertinggal dibandingkan daerah perkotaan. "Tingginya minat para penyumbang kurban ke perbatasan dan pedalaman Aceh-Sumatera Utara menunjukkan kepedulian umat Islam pada kondisi saudara di sana," ujarnya.
Sebelum hari raya, FDP bersama Baznas juga menyerahkan bingkisan bagi 20 mualaf di Aceh Singkil dan Subulussalam. Kegiatan ini menjadi rangkaian program dakwah dan sosial yang berjalan beriringan dengan distribusi hewan kurban.