LHOKSUKON — Transparansi pengelolaan dana bantuan dari luar daerah pascabanjir bandang di Aceh Utara masih menjadi teka-teki. Hingga pertemuan dengan insan pers di Oproom Kantor Bupati, Landing, Lhoksukon, Selasa (26/5/2026), Pemkab belum menyajikan data detail penerimaan bantuan dari Pemda lain.
Padahal, dalam pertemuan serupa pada 16 Februari 2026 lalu, Pemkab sempat menampilkan data kerusakan infrastruktur secara rinci melalui layar LED display. Kali ini, tidak ada data perkembangan kondisi pascabanjir yang ditampilkan di layar tersebut.
Usai kegiatan, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayahwa enggan merinci total bantuan keuangan dari luar daerah yang telah diterima. Ia justru berulang kali meminta wartawan menanyakan hal itu ke BPKD.
"Jangan ditanya itu. Sudah saya bilang sebelumnya, coba ditanyakan sama Pak Nazar (Kepala BPKD Aceh Utara, Nazar Hidayat). Itu ada dari kabupaten mana saja semua tertera detail. Koordinasi terus dengan pihak keuangan, karena di sana mendetail sekali. Kalau saya sampaikan nanti dikhawatirkan ada yang keliru," ujar Ayahwa.
Meski tidak memaparkan keseluruhan data, Ayahwa mengungkapkan satu donasi besar yang diterima. Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan bantuan sekitar Rp30 miliar.
"Termasuk kami ucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, kita diberikan bantuan sekitar Rp30 miliar. Mungkin dengan dana tersebut kita akan membeli tanah untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) kepada korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggalnya," ungkap Ayahwa.
Ayahwa menyebut pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir telah rampung. Saat ini, pemerintah fokus pada progres pembangunan hunian tetap yang mendapat sokongan dari pemerintah pusat.
Untuk infrastruktur, perbaikan tanggul irigasi di seluruh sungai yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara disebut sudah masuk tahap tender. "Sedangkan untuk perbaikan tanggul irigasi, semuanya sudah ada anggarannya dan sedang ditender. Jadi sekarang lagi proses tender untuk seluruh sungai yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara," pungkas Ayahwa.