BLANGKEJEREN — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gayo Lues pada 2025 hanya 2,24%. Angka ini menempatkan Gayo Lues sebagai daerah dengan pengangguran terendah kedua di Aceh, hanya kalah dari satu kabupaten lain yang belum dirinci.
Dibandingkan Desember 2023, TPT di kabupaten ini turun 0,41%. Sejak 2018, tren pengangguran sempat meningkat, terutama setelah pandemi Covid-19 pada 2020. Namun, dalam dua tahun terakhir, angkanya terus menurun.
Jumlah angkatan kerja di Gayo Lues terus bertambah dalam 18 tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 58.639 orang, lalu naik 1.059 orang menjadi 61.147 pekerja pada 2025.
Di sisi lain, jumlah penduduk yang bekerja juga menunjukkan tren kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 57.083 pekerja, dan pada 2025 naik menjadi 59.997 pekerja. Artinya, lebih dari 98% angkatan kerja di Gayo Lues sudah terserap di pasar kerja.
Fenomena menarik terjadi di Gayo Lues. Turunnya tingkat pengangguran justru terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pada 2024, perekonomian kabupaten ini tercatat tumbuh 3,26%, melambat dibandingkan 2023 yang sebesar 3,98%.
BPS menjelaskan bahwa penurunan TPT berkaitan dengan struktur angkatan kerja dan sektor usaha lokal yang mampu menyerap tenaga kerja meskipun pertumbuhan ekonomi melambat.
Secara nasional, TPT Gayo Lues berada di urutan 439 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sementara itu, beberapa daerah di Aceh masih bergulat dengan angka pengangguran tinggi. Kota Lhokseumawe mencatat TPT tertinggi di provinsi ini, yakni 8,24%, disusul Kabupaten Aceh Besar 7,86%, dan Kabupaten Aceh Timur 7,74%.
Kota Banda Aceh dan Kota Langsa sama-sama mencatat TPT 7,31%, sementara Kabupaten Aceh Utara berada di angka 6,88%. Di sisi lain, daerah dengan TPT terendah di Aceh selain Gayo Lues belum dirinci lebih lanjut dalam data BPS yang dirilis.