BANDA ACEH — Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kemampuan. Dari rangkaian pelatihan dan simulasi, panitia akan memilih peserta terbaik untuk mewakili Aceh ke tingkat nasional.
Ratusan peserta dari komunitas seperti HSFCI Banda Aceh, HSFCI Bireuen, Scoopy Banda Aceh, Asosiasi Scoopy Aceh, RPK, Stylo Club, dan HoKA mengikuti sesi teori di dalam kelas. Materi yang diberikan mencakup teknik dasar keselamatan berkendara dan pengenalan potensi bahaya di jalan raya.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Aceh, Iskandar, menjelaskan bahwa peserta juga mendapat kesempatan menggunakan Honda Riding Trainer (HRT). Alat ini mensimulasikan kondisi berkendara nyata secara digital sebelum praktik langsung di lapangan.
Setelah materi kelas, para bikers langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari di area yang telah disiapkan di Terminal Tipe A Batoh. Sesi ini menjadi ujian utama bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan mengantisipasi potensi bahaya dan disiplin berlalu lintas.
Salah seorang peserta, Aldy dari komunitas HoKA, mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Saya bisa meningkatkan kemampuan berkendara sepeda motor dengan lebih aman dan terampil. Adanya kompetisi juga membuat para peserta semakin termotivasi,” ujarnya.
Iskandar menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam membangun budaya berkendara yang bertanggung jawab. “Akan dipilih peserta terbaik yang nantinya menjadi wakil Aceh pada ajang Kompetisi Safety Riding tingkat nasional,” jelasnya.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang dengan kemampuan terbaik berdasarkan hasil penilaian selama kompetisi. Mereka berhak atas hadiah berupa helm, oli motor, kaos, dan berbagai suvenir dari Capella Honda.
Melalui kegiatan ini, Capella Honda Aceh berharap para anggota komunitas tidak hanya menjadi pengendara yang terampil, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berkendara dan menginspirasi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat di jalan raya.