NAGAN RAYA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Nagan Raya pada Minggu (14/6). Dari peninjauan itu, ia menyebut progres fisik proyek telah mencapai 65 persen dan optimistis bisa beroperasi sesuai target.
"Jadi hari ini progresnya sudah 65 persen. Sudah lumayan bagus. Kita kejar supaya mudah-mudahan akhir Juni sudah bisa fungsional untuk SD, SMP, SMA," kata Menteri Dody dalam keterangan yang diterima redaksi.
Kendala terbesar proyek ini ada pada rantai pasok material. Seluruh bahan bangunan harus didatangkan dari luar Aceh, yakni dari Medan dan Jakarta. Jalur darat menuju lokasi dinilai cukup menantang, sementara bandara di wilayah itu belum bisa didarati pesawat kargo besar seperti Hercules secara optimal.
PT Wakita Karya (Persero) selaku kontraktor disebut akan tetap mengandalkan angkutan udara sebagai solusi tercepat. "Cuman tadi dari temen-temen penyedia jasa, Wakita Karya, akan berusaha tetap menggunakan angkutan udara karena itu yang tercepat dan yang bisa," ujar Menteri Dody.
Sekolah Rakyat Nagan Raya dibangun di atas lahan seluas 8,1 hektare. Kompleks ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup gedung SD hingga SMA, laboratorium biologi, masjid, gedung serbaguna, lapangan upacara, lapangan mini soccer dan basket, asrama siswa, kantin, serta rumah susun untuk guru.
Jika beroperasi penuh, sekolah ini diproyeksikan menampung sekitar 1.088 siswa dan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Aceh.
Menteri Dody menegaskan bahwa jika ada fasilitas yang belum selesai akibat kendala distribusi material, pemerintah akan memprioritaskan agar sekolah bisa berfungsi terlebih dahulu untuk kegiatan belajar. Penyempurnaan sarana akan dilakukan bertahap hingga seluruh fasilitas beroperasi 100 persen.
"Jadi mungkin beberapa tempat yang memang ada kesulitan di transportasi material ya. Mungkin kita upayakan maksimalnya bisa fungsional dulu lah. Nanti kemudian secara bertahap kita sempurnakan sehingga benar-benar bisa berhasil," tegasnya.