ACEH TAMIANG — Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar pengabdian masyarakat di Hunian Sementara (Huntara) Opak, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi respons atas kebutuhan layanan kesehatan komprehensif bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascabencana.
Ketua MWA USK yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pemulihan kesehatan. Menurutnya, tantangan pascabencana tidak bisa dihadapi dengan cara parsial.
Dalam kegiatan tersebut, tim FK USK memberikan sejumlah layanan langsung kepada warga. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dengan dokter spesialis, edukasi kesehatan, hingga pendampingan psikososial dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi,” ujar Ketua MWA USK dalam arahannya.
Ketua MWA USK menekankan bahwa program serupa harus diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah yang disebut menjadi prioritas antara lain Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, serta kabupaten dan kota lain yang terdampak bencana.
“Kami berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan. Universitas harus terus hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat Aceh,” tambahnya.
Kegiatan di Huntara Opak melibatkan kolaborasi lintas institusi. Selain jajaran FK USK, hadir pula Wakil Bupati Aceh Tamiang, Dinas Kesehatan setempat, para kepala puskesmas, serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Tamiang. Wakil Rektor III USK dan tim psikolog FK USK juga turun langsung ke lapangan.
Wakil Bupati Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan USK kepada warganya. Ia menilai kehadiran tenaga kesehatan dan psikososial sangat membantu proses pemulihan pascabencana di daerahnya.
Dekan FK USK menyebut kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial. Lebih dari itu, program ini menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional, kepemimpinan, empati, dan kerja tim multidisiplin. Hal ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, para kepala puskesmas, dan IDI setempat menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan FK USK. Fokus utama mereka adalah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi kelompok rentan dan masyarakat terdampak bencana.