Musim belanja laptop untuk tahun ajaran baru biasanya baru ramai mendekati September. Tapi para ahli menyarankan untuk tidak menunggu sampai Agustus karena harga laptop bisa berfluktuasi liar sepanjang musim panas. Strateginya: pantau harga selama beberapa pekan, lalu ambil saat promo terbaik tiba.
Dengan banderol $599 atau $499 setelah diskon pendidikan, MacBook Neo langsung mencuri perhatian. Laptop ini punya bodi aluminium yang sama mewahnya dengan jajaran MacBook lain, dan layar 13 inci yang secara kasatmata hampir tidak terbedakan dari panel 13,6 inci milik MacBook Air.
Chip A18 Pro di dalamnya—meski bukan prosesor M-series—ternyata cukup bertenaga untuk menjalankan macOS dengan mulus untuk kebutuhan sehari-hari mahasiswa. Speaker stereo-nya juga mengejutkan dengan kualitas suara yang impresif untuk ukuran laptop murah.
Tapi ada kompromi. Memori hanya 8GB dan SSD dasar 256GB yang bakal cepat penuh. Tidak ada MagSafe, tidak ada fast charging, dan baterainya lebih kecil dari MacBook Air. Touch ID pun harus bayar tambahan $100 jika ingin fitur keamanan sidik jari itu.
MacBook Neo paling cocok untuk mahasiswa yang sudah punya iPhone. Integrasi iOS dan macOS berjalan mulus—dari copy-paste antar perangkat hingga berbagi file lewat AirDrop. Harganya yang di bawah $500 membuatnya ideal untuk siapa pun yang tidak bisa merogoh kocek Rp 16 juta lebih untuk MacBook Air.
Namun, bagi mahasiswa STEM atau desain grafis, para pengulas menyarankan untuk mengupgrade ke MacBook Air atau langsung MacBook Pro. Daya prosesor Neo belum cukup untuk rendering 3D, kompilasi kode berat, atau editing video 4K multitasking.
Di kubu Windows, HP baru saja merebut kembali mahkota baterai dari Lenovo. OmniBook 5 14 bertahan lebih dari 28 jam dalam pengujian—cukup untuk kelas seharian penuh tanpa colok charger. Layar OLED-anya menyajikan hitam pekat dan warna hidup, meski tingkat kecerahannya bukan yang terbaik di kelasnya.
Yang menarik, HP membekali laptop ini dengan RAM 32GB dan SSD 1TB, padahal harganya masih di bawah $1.000. Port USB-C-nya memang lambat, tapi untuk mahasiswa yang prioritas utamanya mobilitas dan daya tahan, ini tawaran yang sulit ditolak.
Asus Zenbook A14 hadir dengan desain ultralight dan baterai super panjang—cocok untuk dibawa keliling kampus. Sedangkan Zenbook A16 menjadi salah satu dari sedikit laptop 16 inci yang tetap ringan dan praktis untuk mobilitas mahasiswa.
Bagi yang butuh laptop powerful untuk STEM atau desain, Dell XPS 14 yang kembali hadir tahun ini layak dilirik. Laptop ini menawarkan performa setara MacBook Pro dengan desain Windows yang stylish, cocok untuk rendering dan coding berat.