ACEH — Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Saksi mata pertama kali melihat kepulan asap dari bagian atas rumah korban yang terbuat dari kayu. Saat didekati, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bangunan.
“Melihat kobaran api semakin besar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga. Masyarakat kemudian berupaya memadamkan api sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujar AKP Sunaryo dalam keterangannya, Senin malam.
Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, pukul 15.30 WIB. Petugas segera melakukan pemadaman, namun rumah telah rata dengan tanah. Saat proses pendinginan, petugas dan warga menemukan jasad AR di dalam puing-puing bangunan.
“Tim medis dari Puskesmas Baradatu yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan korban telah meninggal dunia,” jelas Kapolsek. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga tertimpa atap rumah yang roboh saat kebakaran terjadi.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan AR tinggal seorang diri di rumah tersebut dan memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Kapolsek membenarkan informasi itu tanpa merinci lebih lanjut jenis gangguan yang dialami korban.
Pihak keluarga yang telah datang ke lokasi menerima peristiwa itu sebagai musibah. Mereka membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hingga Senin malam, jenazah AR masih berada di Puskesmas Baradatu menunggu proses pemakaman.
Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan beserta seluruh barang milik korban. Belum ada perkiraan sementara mengenai nilai kerugian material dari peristiwa ini. Kapolsek mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di pemukiman padat dengan bangunan berbahan kayu.
Petugas dari Unit Identifikasi Polsek Baradatu masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Belum ada keterangan resmi apakah api berasal dari korsleting listrik, kompor, atau faktor lain.