BANDA ACEH — Rencana pendidikan perdamaian di Aceh mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah daerah. Ketua TP PKK Aceh Marlina menilai program International Woman’s Peace Group (IWPG) relevan dengan sejarah panjang konflik yang pernah dialami provinsi ujung barat Indonesia itu.
Menurut Marlina, organisasi yang dipimpinnya memiliki jangkauan hingga ke level terbawah, yaitu dasa wisma. Setiap hari, para kader berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari urusan rumah tangga hingga dinamika sosial di lingkungan tempat tinggal.
“Aceh memiliki sejarah panjang tentang konflik, karenanya kami mengapresiasi inisiasi IWPG menjadikan Aceh menjadi salah satu daerah fokus pelaksanaan pendidikan perdamaian,” kata Marlina dalam pernyataan yang diterima di Banda Aceh.
Ia menambahkan, pendidikan perdamaian akan sangat membantu kader dalam menyelesaikan potensi gesekan di masyarakat. “Ini program yang luar biasa. Kami sangat mendukung,” ujarnya.
Ketua IWPG Ana Milana Puspita Sari mengungkapkan bahwa usulan serupa sebelumnya juga disampaikan saat pihaknya beraudiensi dengan Menteri Dalam Negeri. Ia sepakat bahwa jaringan PKK yang masif merupakan aset strategis untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian.
“Kami juga sependapat dengan ibu, sebaran kader PKK hingga ke level dasa wisma tentu memiliki efek yang sangat baik. Ke depan kami tentu akan segera menindaklanjuti ini,” kata Ana Milana.
Ana Milana menjelaskan, IWPG merupakan organisasi internasional yang berkantor pusat di Seoul, Korea Selatan. Organisasi ini secara khusus fokus pada isu-isu perdamaian, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Pemilihan Aceh sebagai salah satu lokasi program dinilai strategis mengingat pengalaman daerah tersebut dalam proses rekonsiliasi pascakonflik.
Ke depan, IWPG dan TP PKK Aceh akan menyusun kurikulum serta metode pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kader di lapangan. Rencana tindak lanjut dijadwalkan dibahas dalam waktu dekat.