Rencana Tambah CCTV di Titik Rawan Pelanggaran Syariat di Banda Aceh Terkendala Jaringan Fiber Optik, Ini 4 Lokasi yang Jadi Prioritas

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 18:08:31 WIB
Penambahan CCTV di Banda Aceh terkendala jaringan fiber optik di beberapa lokasi prioritas.

BANDA ACEH — Rencana penambahan kamera pengawas di titik-titik yang dinilai rawan pelanggaran syariat dan ketertiban umum di ibu kota Provinsi Aceh ini belum sepenuhnya berjalan mulus. Kepala Diskominfotik Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengungkapkan bahwa kendala utama bukan terletak pada perangkat kamera, melainkan pada belum tersambungnya jaringan fiber optik di sejumlah lokasi yang diusulkan.

“Satpol PP meminta tambahan CCTV di beberapa titik yang dianggap rawan pelanggaran syariat dan gangguan ketertiban umum. Namun ada kendala yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” kata Zubir kepada masakini.co pekan lalu.

Empat Lokasi Prioritas, Satu Siap Direalisasikan

Setidaknya ada empat kawasan yang menjadi prioritas pemasangan CCTV. Pertama, kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Area ini dinilai paling siap karena infrastruktur pendukung, termasuk jaringan fiber optik, sudah tersedia. Kamera di lokasi ini rencananya akan menjangkau area taman masjid, aktivitas pedagang kaki lima (PKL), hingga ruas Jalan Chik Pante Kulu.

Lokasi kedua adalah kawasan Krueng Aceh, tepatnya di depan Polresta Banda Aceh. Titik ini dinilai masih kerap terjadi pelanggaran syariat. Namun, pihak Diskominfotik belum memastikan ketersediaan jaringan di lokasi tersebut.

Kawasan Terminal Keudah juga masuk dalam daftar usulan. Selain rawan gangguan keamanan dan ketertiban, terminal ini dinilai memerlukan pengawasan ekstra terkait potensi pelanggaran syariat. Diskominfotik akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk kebutuhan ini, termasuk masalah penerangan yang masih terbatas di beberapa titik.

Kawasan Food Truck Krueng Lamnyong: Dua Pekerjaan Sekaligus

Satu lagi lokasi yang diusulkan adalah kawasan Krueng Lamnyong, yang dikenal sebagai pusat kuliner food truck. Namun, lokasi ini menghadapi kendala ganda. Selain belum memiliki jaringan fiber optik, tiang pendukung untuk pemasangan perangkat CCTV juga belum tersedia.

“Kalau jaringan belum ada, berarti tiang pendukung juga belum tersedia. Jadi ada dua pekerjaan yang harus disiapkan sekaligus sebelum pemasangan CCTV bisa dilakukan,” ujar Zubir.

Penambahan Bertahap, Target Tahun Ini

Meski terkendala di beberapa titik, pemerintah kota memastikan sebagian usulan dapat direalisasikan tahun ini. Selain kawasan Masjid Raya Baiturrahman, penambahan CCTV juga direncanakan mencakup kawasan Simpang Surabaya hingga Jembatan Pante Pirak. Pada malam hari, ruas jalan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pedagang kaki lima.

“Kita tentu belum bisa menjangkau semua lokasi sekaligus. Tetapi dengan titik yang sudah ada dan penambahan yang sedang direncanakan, kita berharap pengawasan di lapangan bisa semakin optimal,” kata Zubir.

Penambahan kamera pengawas ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat pengawasan digital di ruang publik. Tanpa jaringan fiber optik yang memadai, sistem pemantauan terpusat yang dikelola Diskominfotik tidak dapat berfungsi optimal.

Reporter: Sutomo
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top