MEDAN — Ribuan warga memadati ruas Jalan Pemuda, kawasan Kesawan, hingga Lapangan Merdeka pada Kamis malam (2/7/2026). Mereka menyaksikan parade budaya yang diikuti oleh seluruh kota anggota APEKSI dari berbagai provinsi. Di tengah kemeriahan itu, kontingen Kota Langsa tampil dengan busana adat khas dan atraksi seni yang menggambarkan harmoni keberagaman di pesisir timur Aceh.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, bersama Ketua TP PKK Kota Langsa, Ny. Devi Jeffry Sentana, ikut serta dalam barisan. Keduanya mengenakan busana adat yang merepresentasikan perpaduan suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan di daerah tersebut.
Jeffry menyebut Kota Langsa sebagai miniatur keberagaman. “Beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi hidup berdampingan secara harmonis, menjadi kekuatan yang memperkaya identitas daerah kami,” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi dalam karnaval ini bukan sekadar ajang unjuk seni. Lebih dari itu, momentum Rakernas APEKSI dimanfaatkan sebagai etalase promosi potensi unggulan Kota Langsa. “Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal Kota Langsa, menikmati keindahan budayanya, sekaligus melihat berbagai potensi yang kami miliki,” tambah Jeffry.
Dalam kesempatan itu, Jeffry juga memperkenalkan citra Kota Langsa sebagai Kota Jasa dan Kota Pendidikan. Ia menjelaskan bahwa wilayahnya kini menjadi pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah timur Aceh.
Rakernas APEKSI dinilai menjadi forum strategis bagi para kepala daerah. Selain membahas isu pembangunan perkotaan, forum ini juga menjadi wadah promosi budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga produk-produk unggulan daerah.
“Kami ingin Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh keramahan. Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kerja sama yang semakin luas antardaerah, meningkatnya kunjungan wisatawan, tumbuhnya investasi, serta semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap potensi Kota Langsa sebagai kota yang maju dan berdaya saing,” ujar Jeffry.
Keikutsertaan Kota Langsa dalam karnaval ini menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dalam melestarikan warisan budaya. Penampilan yang memadukan nilai tradisi dengan semangat kemajuan berhasil memperkenalkan wajah pesisir timur Aceh kepada publik nasional.
Pemerintah Kota Langsa optimistis, keberagaman yang dimiliki tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga modal utama dalam mendorong pembangunan daerah yang harmonis dan kompetitif. Langsa, menurut Jeffry, siap bersaing di tingkat nasional sebagai kota yang kaya budaya dan terbuka terhadap investasi.