Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Aceh Tengah Capai 53 Persen, Target Rampung 15 Juli 2026

Penulis: Sutomo  •  Senin, 06 Juli 2026 | 13:23:01 WIB
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Aceh Tengah telah mencapai 53 persen per Juni 2026.

TAKENGON — Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah beberapa waktu lalu memutus akses utama warga di Kecamatan Linge. Dua desa, Reje Payung dan Jamat, terisolasi. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, petani tak bisa mengakses lahan, dan roda ekonomi warga lumpuh total.

Pada masa tanggap darurat, prajurit Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP, relawan, dan warga bergotong royong membangun jembatan sementara. Namun, jembatan darurat itu beberapa kali hanyut diterjang derasnya arus sungai saat musim hujan. Infrastruktur yang lebih kuat dan berkelanjutan pun mutlak diperlukan.

Jembatan Ayun Permanen Jadi Solusi

Menjawab kebutuhan itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda dimulai sejak April 2026. Jembatan ayun permanen ini menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mengembalikan kualitas hidup masyarakat agar bisa beraktivitas normal kembali.

Pembangunan melibatkan personel Kodim 0106/Aceh Tengah, jajaran Koramil, 25 prajurit Yonif TP, tenaga teknis Zidam, serta dukungan aktif masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi wujud semangat gotong royong menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh.

Target Rampung 15 Juli 2026

Komandan Koramil 05 Kodim 0106/Aceh Tengah Mukhlis mengatakan, progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif.

"Progresnya sudah mencapai 53 persen dan kami berupaya menyelesaikannya dalam sekitar 10 hari ke depan atau tepatnya pada 15 Juli 2026," ujarnya.

Mukhlis berharap, keberadaan jembatan ini mampu memulihkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas penting, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga kegiatan perekonomian warga di Kecamatan Linge.

Mengurangi Risiko Saat Cuaca Ekstrem

Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan jembatan permanen ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko terputusnya akses masyarakat saat cuaca ekstrem kembali terjadi. Sebelumnya, warga harus bergantung pada jembatan darurat yang mudah rusak.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu bukti bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan mengembalikan kualitas hidup masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.

Reporter: Sutomo
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top