ACEH TIMUR — Kebakaran yang melanda sumur minyak kelolaan masyarakat di Dusun Utama, Kecamatan Darul Ihsan, sejak Minggu (5/7) siang, belum sepenuhnya terkendali. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan semburan minyak dari dalam sumur membuat proses pemadaman di titik pusat masih belum bisa dilakukan.
"Personel disiagakan untuk mencegah api yang menjalar ke lokasi lainnya. Hingga saat ini, pusat titik api belum bisa dipadamkan lantaran semburan minyak masih aktif," kata Syahrizal.
Untuk sementara, petugas memusatkan upaya pada pendinginan di radius sekitar 100 meter dari pusat kebakaran. Langkah ini diambil sebagai antisipasi agar api tidak merambat ke lahan milik warga yang berada di sekitar sumur.
Proses pemadaman menghadapi kendala serius. Syahrizal menjelaskan lokasi kebakaran berada di area yang sempit dan perbukitan, sehingga menyulitkan manuver armada pemadam kebakaran.
"Kondisi lokasi memang cukup sulit dijangkau oleh armada pemadam. Namun demikian, hingga saat ini petugas masih terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman agar api dapat segera dikendalikan," ujarnya.
Sejumlah unit armada dari Pos Peurelak, Pos Ranto Peureulak, Pos Idi, dan Pos Julok dikerahkan ke lokasi. Personel BPBD juga diperkuat oleh unsur TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan keadaan darurat ini.
"Kami mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Iskandar.
Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Apresiasi disampaikan kepada pemerintah kecamatan, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat yang telah membantu penanganan di lapangan.