BANDA ACEH — Kanwil Kemenag Aceh menginstruksikan agar Matamuda 2026 tidak sekadar menjadi ajang penyambutan murid baru. Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari menegaskan, momen itu harus dijadikan langkah awal untuk menggali minat dan potensi setiap peserta didik.
“Dengan mengenali kekuatan mereka sejak awal, proses pembinaan karakter, akademik, maupun prestasi dapat dilakukan secara lebih tepat dan berkelanjutan,” kata Azhari, Senin, 6 Juli 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Khairul Azhar menjelaskan, tahun ini ada mekanisme baru dalam Matamuda. Guru dan wali kelompok diminta melakukan pengamatan terhadap potensi murid secara sistematis selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pengamatan dilakukan secara alami melalui diskusi kelompok, permainan, presentasi, unjuk bakat, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. “Guru tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga melakukan observasi terhadap potensi peserta didik melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan,” ujar Khairul.
Pemetaan tidak terbatas pada kemampuan akademik. Kanwil Kemenag Aceh merinci sejumlah aspek yang akan diamati, antara lain literasi, numerasi, tahfiz Al-Qur’an, seni, kepemimpinan, kemampuan berbicara di depan umum, olahraga, teknologi, kepedulian sosial, hingga kecerdasan sosial-emosional.
Hasil observasi itu akan menjadi dasar bagi madrasah dalam menentukan pembinaan ekstrakurikuler, pengembangan prestasi, hingga pendampingan selama proses pembelajaran. “Harapan kita, tidak ada lagi potensi anak yang terlewat. Setiap murid memiliki keunggulan masing-masing dan tugas madrasah adalah menemukan, mengembangkan, serta mengantarkan mereka meraih prestasi sesuai bakat yang dimiliki,” kata Khairul.
Seluruh rangkaian Matamuda 2026 dirancang edukatif, inklusif, dan ramah anak. Azhari menekankan, kegiatan harus bebas dari praktik perpeloncoan, perundungan, kekerasan, maupun diskriminasi. “Kita ingin setiap anak merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika pertama kali memasuki madrasah. Pengalaman pertama yang positif akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya semangat belajar dan rasa memiliki terhadap madrasah,” ujarnya.
Materi Matamuda juga mencakup penguatan nilai-nilai kemadrasahan, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, moderasi beragama, wawasan kebangsaan, literasi digital, pencegahan perundungan, bahaya narkoba, budaya hidup sehat, hingga kepedulian terhadap lingkungan melalui program ekoteologi.
Melalui Matamuda 2026, Kementerian Agama berharap madrasah menjadi ruang pertama bagi murid untuk menemukan dan mengembangkan potensi mereka, bukan sekadar tempat mengenal lingkungan belajar yang baru.