JAKARTA — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menerima satu trofi utama dan delapan penghargaan kategori lainnya pada malam puncak Anugerah Adinata Syariah 2026. Acara yang digagas CNN Indonesia bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) itu berlangsung di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin malam.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Fadhlullah hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Selain Juara Utama Inklusi Keuangan Syariah, Aceh juga meraih posisi kedua untuk Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Pariwisata Ramah Muslim, serta Inkubasi Bisnis Usaha Syariah. Posisi ketiga diraih untuk Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Rencana Aksi Daerah.
Dua kategori lainnya masuk posisi keempat, yakni Keuangan Mikro Syariah dan Ekonomi Pesantren. Sementara itu, Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS) menempati peringkat kelima.
Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya mengukur aspek administratif daerah. “Tapi juga melihat dampak nyata dari ekonomi syariah yang tentu untuk kemaslahatan masyarakat. Ini harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi,” ujarnya dalam sambutan.
Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional KH. Ma’ruf Amin menambahkan, keberhasilan daerah harus diikuti dukungan berkelanjutan. Ia mendorong penguatan kebijakan, penyempurnaan regulasi, serta sinkronisasi program sektoral agar pembangunan ekonomi syariah berjalan terintegrasi.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyebut torehan ini sebagai hasil sinergi seluruh elemen di Aceh. “Sembilan penghargaan yang kita bawa pulang malam ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Aceh. Ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan sebuah amanah besar untuk terus menghadirkan inovasi ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” katanya.
Fadhlullah didampingi sejumlah pejabat Aceh, antara lain Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Aceh Prof. Syahrizal Abbas, Kepala Bappeda Aceh Dr. Zulkifli, Kadis Syariat Islam Aceh Dr. Misran Fuadi, Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Yusrizal, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.
Ma’ruf Amin berharap Anugerah Adinata Syariah tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi. Ia ingin ajang ini menjadi pemicu transformasi ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sumber pembelajaran yang bisa direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.