Gugatan Class Action Kondensasi AirPods Max Dimentahkan Hakim New York, Apple Tak Wajib Ganti Rugi

Penulis: Yasir  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 04:32:31 WIB
Hakim New York menolak gugatan class action atas kondensasi AirPods Max, Apple tidak diwajibkan ganti rugi.

ACEH — Pengadilan Distrik Timur New York, melalui Hakim Orelia E. Merchant, memvonis bahwa gugatan yang diajukan pada April 2025 oleh dua pemilik AirPods Max tidak memiliki dasar hukum yang kuat di bawah hukum negara bagian New York. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi upaya konsumen yang mengklaim headphone premium Apple memiliki cacat desain bawaan.

Isi Gugatan: Kondensasi di Ear Cup Bikin Fitur Rusak

Dalam dokumen gugatan setebal 24 halaman, dua penggugat—Arthur Apicella (New York) dan Dustin Amundson (Washington)—menuduh AirPods Max menghasilkan kondensasi berlebihan di dalam ear cup hanya setelah 15 menit pemakaian normal. Mereka mengklaim uap air ini merusak sejumlah fitur penting.

Akibatnya, menurut penggugat, kualitas audio menurun, fitur pendeteksi telinga (ear detection) dan peredam bising aktif (ANC) macet, hingga daya tahan baterai tidak mencapai klaim 20 jam. Mereka juga melaporkan koneksi antar-perangkat sering terputus seiring memburuknya kondensasi.

Kedua penggugat menduga Apple sudah mengetahui masalah ini sejak 2018, namun memilih bungkam. Namun, tuduhan tersebut tidak cukup kuat di mata hakim.

Putusan: Produk Minimal Berfungsi, Tak Perlu Sempurna

Hakim Merchant menolak seluruh klaim yang diajukan berdasarkan hukum New York dengan prejudice (tidak bisa diajukan lagi). Alasannya, garansi tersirat (implied warranty of merchantability) di negara bagian itu hanya mensyaratkan produk memenuhi "standar kualitas minimal", bukan harus sempurna.

Menariknya, hakim menyoroti fakta bahwa salah satu penggugat, Arthur Apicella, tetap berhasil menggunakan AirPods Max-nya untuk menonton film. Fakta ini menjadi salah satu dasar bahwa headphone tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya, meski ada keluhan kondensasi.

Akibat putusan ini, Apicella (warga New York) dikeluarkan sepenuhnya dari kasus. Sementara itu, Dustin Amundson (warga Washington) masih diizinkan melanjutkan dua klaim berdasarkan hukum negara bagian Washington dan Undang-Undang Garansi Magnuson-Moss federal.

Fenomena 'Kondensasi Death' yang Kontroversial

Masalah kondensasi di AirPods Max sebenarnya bukan barang baru. Sejak diluncurkan pada Desember 2020, pemilik langsung melaporkan munculnya uap air di area bertemunya logam alumunium dingin dengan panas tubuh. Pada 2023, istilah "kondensasi death" bahkan populer di forum-forum diskusi setelah beberapa unit dilaporkan mati total.

Namun, hubungan sebab-akibat antara kondensasi dan kerusakan permanen belum pernah terbukti secara ilmiah. Banyak pengguna mengalami kondensasi tanpa efek samping berarti, dan tidak ada lonjakan unit rusak akibat air yang membanjiri pusat perbaikan.

Apple sendiri, melalui pengacara mereka di pengadilan California, membantah adanya cacat desain. Perusahaan berargumen bahwa kelembaban lebih terlihat di AirPods Max karena ear cup-nya bersifat magnetis dan bisa dilepas. Apple juga mengingatkan bahwa headphone ini "tidak tahan air atau anti-air."

AirPods Max 2: Desain Sama, Masalah Sama?

Apple baru saja meluncurkan AirPods Max 2 pada Maret tahun ini. Yang menarik, desain ear cup-nya identik dengan generasi pertama. Laporan awal dari pengguna menunjukkan bahwa masalah kondensasi juga muncul kembali di model terbaru ini.

Ini adalah kedua kalinya gugatan class action terkait kondensasi AirPods Max gagal di pengadilan. Kasus serupa di California pada Februari 2021 juga tidak mencapai tahap class-wide karena penggugat utama mencapai kesepakatan damai dengan Apple.

Kesimpulannya, bagi pengguna AirPods Max di Indonesia, putusan ini menegaskan bahwa kondensasi bukanlah cacat yang diakui secara hukum—setidaknya di Amerika Serikat. Jika Anda mengalami masalah serupa, opsi terbaik masih bergantung pada garansi resmi Apple atau AppleCare+, bukan jalur litigasi. Bagi yang belum membeli, risiko kondensasi tetap ada dan perlu dipertimbangkan, terutama di iklim tropis yang lembap seperti Indonesia.

Reporter: Yasir
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top