BANDA ACEH — Angka anak putus sekolah di Aceh masih menjadi pekerjaan rumah besar. Hingga September 2025, tercatat 56 ribu anak usia 16 hingga 18 tahun tidak mengenyam pendidikan formal. Dinas Pendidikan Aceh merespons dengan meluncurkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang mulai disosialisasikan ke masyarakat.
Kepala Disdik Aceh, Murthalamuddin, mengatakan PJJ dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang terkendala mengikuti pembelajaran reguler di sekolah. Modul pembelajaran dikirim dalam bentuk soft copy sehingga peserta bisa belajar kapan saja.
"Misalnya ada anak yang bekerja di warung kopi. Kapan dia punya waktu untuk belajar? Melalui PJJ, modul pembelajaran bisa dikirim dalam bentuk soft copy sehingga lebih fleksibel," ujarnya melalui sambungan langsung, Rabu (8/7/2026).
Sekitar 30 persen pembelajaran dilakukan melalui pertemuan daring dengan guru dari SMA Modal Bangsa. Jadwalnya pun bisa dipilih oleh peserta didik.
Disdik Aceh tidak hanya mengandalkan PJJ. Mereka juga menerapkan strategi jemput bola. Surat edaran telah dikeluarkan agar para guru tidak hanya memenuhi jam mengajar, tetapi juga aktif mencari dan mengajak anak-anak putus sekolah untuk kembali belajar.
"Disdik Aceh telah membuat edaran agar guru-guru mencukupkan jam belajar mengajar mereka sekaligus bersosialisasi mencari siswa. Istilahnya jemput bola," kata Murthalamuddin.
Untuk menarik minat, Disdik Aceh memberikan seragam sekolah gratis bagi anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu. Sasaran utama adalah daerah rentan dengan angka putus sekolah tinggi.
"Misalnya di SMA 13 Banda Aceh yang berada di kawasan pinggiran dan mayoritas siswanya berasal dari keluarga nelayan. Kita berikan seragam gratis. Di beberapa daerah yang kami anggap rentan dan memiliki angka putus sekolah tinggi juga dilakukan hal yang sama," ungkapnya.
Murthalamuddin mengaku pihaknya masih menunggu data resmi dari SMA Modal Bangsa terkait jumlah peserta yang sudah mendaftar. Namun, respons di media sosial menunjukkan antusiasme.
"Program ini baru dua hari kami sosialisasikan. Saya belum menanyakan langsung ke SMA Modal Bangsa berapa jumlah peserta yang sudah mendaftar. Namun kalau dilihat dari respons di media sosial, banyak yang bertanya, ingin mengetahui, dan tertarik mengikuti program tersebut," pungkasnya.