ACEH — Masyarakat di pelosok Aceh kini tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota hanya untuk mendaftar atau membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Cukup dengan mendatangi agen BSI terdekat, proses administrasi bisa selesai dalam hitungan menit.
Layanan ini menyasar segmen Bukan Penerima Upah (BPU), yakni pekerja informal seperti petani, nelayan, pedagang, dan pekerja lepas yang selama ini kerap terkendala akses ke lembaga keuangan formal.
Prosedur pendaftaran dirancang sederhana. Nasabah hanya perlu membawa kartu identitas diri ke BSI Agen mana pun. Setelah data tervalidasi, peserta langsung bisa membayar iuran bulanan di tempat yang sama.
Selain pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, BSI Agen juga melayani tarik tunai, transfer, setor tunai, pembayaran tagihan, hingga pelunasan biaya haji. Semua layanan ini menjadi solusi bagi warga yang lokasinya jauh dari kantor cabang dan ATM BSI.
Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna menyebut perluasan jaringan BSI Agen merupakan strategi perseroan meningkatkan angka inklusi keuangan syariah di Tanah Air.
"Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang lokasinya jauh dari kantor cabang dan ATM BSI," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Media Online Aceh.
Tak hanya menguntungkan pengguna, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi para agen. Saat ini, rata-rata penghasilan BSI Agen mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung volume transaksi yang dilakukan.
BSI mencatat hingga Mei 2026, jumlah agen telah menembus 130 ribu titik di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjadi perpanjangan tangan bank syariah tersebut di tingkat kabupaten hingga kelurahan yang belum memiliki kantor fisik.
Dengan hadirnya fitur BPJS Ketenagakerjaan, BSI Agen tidak hanya berfungsi sebagai kanal keuangan, tetapi juga sebagai simpul perlindungan sosial bagi pekerja informal di daerah terpencil.